Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Proyek Jalan Lingkungan Kp. Karoya Desa Carenang kecamatan Cisoka diduga Minim Pengawasan

By On Selasa, April 22, 2025








Kab Tangerang, xbintangindo.com -- dikutip dari media online sinarbanten.id. Proyek pemeliharaan jalan lingkungan sistem kegiatan paving blok yang berlokasi di Kampung Karoya RT. 07 RW. 04 Desa Carenang Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten kini jadi sorotan aktivis kabupaten Tangerang. Senin 21/4/25.


Proyek dengan judul Pemeliharaan jalan tersebut di kerjakan oleh CV. Naga Jaya yang menelan anggaran sebesar Rp. 98.990.156.00 dengan jumlah volume Panjang 77 meter, Lebar 2,5 meter waktu pelaksanaan selama 30 Hari masa Kalender. 

Foto : kondisi kini proyek paving blok di kampung Kroya Desa Carenang kecamatan Cisoka 

Proyek tersebut Terpantau oleh awak media dan Aktivis di lokasi. Ardi Winata Selaku aktivis kabupaten Tangerang Sebagai Sekjen LSM  KPK ( Komunitas Pantauan Korupsi) DPC kabupaten Tangerang provinsi Banten menjelaskan jika Nampak terlihat lumpur masih menyelimuti sepanjang badan jalan yang akan dipasang paving blok. Yang lebih parahnya terlihat kuburan berada di tengah badan jalan. " Kata Ardi.


Menurut Ardi, "Minimnya pengawasan dalam proyek ini diduga menjadi penyebab utama kualitas pekerjaan yang buruk. Pemasangan paving block yang tidak rapih dan terkesan asal jadi, hal tersebut pun semakin memperkuat dugaan tersebut." Ujar Ardi.


Lanjut Ardi Winata saat turun ke lokasi menjelaskan dan mengarahkan kepada salah satu pekerja jika mengapa dibadan jalan yang akan dikerjakan masih ada lumpur, mengapa lumpur tersebut tidak disingkirkan atau dibuang dari badan jalan, namun salah satu pekerja tidak menjawab dengan detail." Ujar Ardi.


Ditempat yang sama "Jael" selaku pekerja mengatakan, "saya tidak tahu pak kalo soal kesana, saya hanya pekerja saja pak, tanyakan saja ke mandornya namanya Dede alias Kodel, coba hubungi saja ini nomor handphone nya " kata Jael sambil memberikan nomor hp mandor Dede kodel.


Jael menambahkan," kalau pengawas dari kecamatan Cisoka jarang datang pak, waktu itu datang masang papan proyek saja, sampai sekarang belum datang lagi." Sambung Jael.


Saat di hubungi  mandor kodel lewat kontak aplikasi Wathsapps,  mandor kodel enggan menjawabnya alias Bungkam padahal pada tampilan layar hp tertulis berdering sedang online.


Hingga berita ini di terbitkan dari pihak kecamatan  Cisoka belum dapat ditemui wartawan.

Red xbi//.*

DBMSDA diduga Sengaja Sembunyikan Nama Perusahaan Pelaksana Proyek Jembatan Jayanti Megu Cisoka di Papan Proyek

By On Selasa, April 22, 2025









Kab. Tangerang, xbintangindo.com -- 

Pemerintah daerah kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air ( DBMSDA) menganggarkan pembangunan untuk jembatan Jayanti Megu Cisoka di lokasi kegiatan diperbatasan kecamatan Cisoka dengan kecamatan Jayanti dengan nilai anggaran Rp. 2.518.293.000.00 (Dua miliar lima ratus delapan belas juta Dua ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah) untuk masa pelaksanaan kegiatan selama 180 hari kalender bersumber dana dari Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) tahun 2025.


Namun yang menjadi pertanyaan warga dan aktivis kabupaten Tangerang bahwa dipapan informasi atau papan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka pihak DBMSDA kabupaten Tangerang tidak mencantumkan nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, ada apa dengan DBMSDA kabupaten Tangerang sampai tidak mencantumkan nama perusahaan yang mengerjakan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka tersebut...?".


Warga Desa Jayanti lokasi proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka Hadithia mempertanyakan mengapa nama perusahaan yang mengerjakan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka tersebut tidak dicantumkan di papan informasi yang terpasang di tembok dekat lokasi proyek.


"Saya juga bingung pak, mengapa pihak DBMSDA kabupaten Tangerang tidak mencantumkan nama perusahaan yang mengerjakan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka tersebut, padahal kami juga ingin mengetahui nama perusahaan sebagai pemenang lelang dan bertanggung jawab mengerjakan proyek jembatan tersebut," ujar Hadithia.


Begitu juga dikatakan salah satu Aktivis Desa Jayanti kabupaten Tangerang Banten Jaenuri alias Pani Jendol dari anggota organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila sangat di sayangkan apa yang dilakukan pihak DBMSDA kabupaten Tangerang yang diduga telah menyembunyikan nama perusahaan yang mengerjakan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka.


"Saya sangat menyayangkan jika DBMSDA kabupaten Tangerang dengan sengaja tidak saat mencetak papan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka tidak mencantumkan nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Karena yang saya lihat saat ini dipapan proyek yang dipasang di lokasi kegiatan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka nama perusahaan tidak dicantumkan." Kata Pani Jendol.


Pani Jendol berharap, " Saya berharap kepada pemerintah daerah kabupaten Tangerang melalui DBMSDA segera mengganti papan proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka atau mencantumkan nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut, hal tersebut agar masyarakat dan para aktivis mengetahui nama perusahaan yang mengerjakan dan bertanggung jawab terhadap proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka. Proyek jembatan tersebut kegiatan negara yang memang harus transparan agar masyarakat mengetahui nya." Tuturnya.


Pelaksana proyek jembatan Jayanti Megu Cisoka Haerul Alam saat dikonfirmasi wartawan mengatakan jika dirinya tidak mengetahui terkait hal tersebut.


"Untuk pembuatan papan informasi atau papan proyek itu yang membuat pihak DBMSDA kabupaten Tangerang dan yang memasang dilokasi juga pihak dari DBMSDA bukan kami dari pihak kontraktor, jadi saya tidak tahu menahu prihal tersebut." Ujar Haerul alam.

Red xbi//.*

Garuda Itu Kembali Dengan Patah Di Sayapnya

By On Senin, April 21, 2025

Jakarta, xbintangindo.com -- Megawati Pertiwi tiba di Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis malam (10/4), setelah menempuh perjalanan 10 jam dari Bandara Incheon, Korea Selatan.


Hijab Style modern itu terlihat agak semrawut, matanya masih menyisakan lelah yang dalam, jetlag dan beban jiwa yang tak terbagi sejak ia meninggalkan Kota Daejeon.


Tanah Korea, tempat ia dihormati bukan sekadar sebagai pemain, tapi sebagai simbol perjuangan, sebagai ksatria dengan sorotan mata yang tajam dan berani. Namun Juanda bukan Incheon.


Tak ada penyambutan resmi, tak ada pelukan hangat dari pihak negari. Hanya suara roda koper yang bergesekan dengan lantai, dan sekumpulan kecil pendukung setia yang meneriakkan namanya dari balik pagar pembatas.


"Mega! Kami bangga padamu!" teriak seorang remaja dengan suara bergetar, memegang spanduk bertuliskan "Garuda Tak Lelah Terbang, Walau Tanah Sendiri Membisu."


Mega menghentikan langkah. la menoleh, mata itu, mata seorang pahlawan yang telah berdiri gagah di liga terbaik Asia sekarang basah.


la tersenyum kecil, getir, lalu melangkah ke arah mereka. Tak lebih dari lima belas orang. Tapi teriakan mereka lebih nyaring dari diamnya negari.


"Kenapa negera tidak datang menyambutmu?" tanya seorang wanita paruh baya dengan nada marah tertahan.


"Kau mengangkat nama Indonesia di negeri orang. Tapi ketika kau pulang, hanya kami, penggemarmu yang berdiri di sini. Negara di mana?"


Mega menggigit bibirnya. la menatap langit Surabaya yang mendung, lalu menunduk.


"Aku bukan siapa-siapa di sini. Aku hanya pemain voli. Dan negeri ini lebih cepat menyambut mereka yang ribut di layar kaca daripada yang berjuang di lapangan." Air mata meleleh di pipi salah satu pendukung. "Mega, kami gaungkan namamu di media sosial.


Kami trendingkan tagarmu selama tiga hari. Tapi negeri ini lebih peduli pada drama politik daripada kerja keras seorang perempuan yang menembus sejarah."


Mega tertawa getir. "Karena aku tak membawa suara pemilu. Aku hanya membawa bola. Dan bola tak bisa memutar roda kekuasaan."


Malam itu, Mega tidak langsung kembali ke Jember. la harus memeriksakan kesehatannya di Surabaya lebih dulu. Cedera bahu kirinya masih terasa, begitu juga lututnya.


Terlebih, batinnya jauh lebih retak ketika pulang rumah sendiri terasa seperti orang asing. Rasa kosong yang tak mampu ditambal plakat penghargaan atau selebrasi media asing.


"Aku pulang, tapi seperti tidak sedang kembali ke rumah," gumamnya lirih.


Surabaya, Jumat pagi.


Mega duduk di ruang tunggu rumah sakit. Bahu kirinya dibalut perban elastis, sama seperti lututnya. Dokter bilang ia perlu istirahat total. Tapi Mega tahu, luka di tubuhnya bisa sembuh, sementara luka di hatinya tidak semudah itu.


Seorang perawat menyalakan TV di ruang tunggu. Di layar, berita politik berseliweran. Skandal dana bansos, dan berita selebriti.


Ada berapa media nasional yang bekerja secara profesional bukan suruhan negara. Bagaimana pun seorang atlet terbaik yang mengharumkan nama Indonesia di liga voli putri Korea Selatan, tempat lawan-lawan terkuat Asia berkumpul itu telah kembali tanpa sambutan, tanpa perayaan, tanpa rasa hormat.


Mega menarik napas panjang, lalu berkata pada dirinya sendiri, "Kalau bukan karena cinta pada olahraga ini, aku sudah berhenti sejak dulu."


Oke, kita lanjut Jember, Sabtu sore.


Rumah tua di pinggiran kota Jember itu menyambut Mega dengan hujan deras. Ibunya, memeluk Mega erat. Tapi di balik pelukan itu, ada luka, seorang ibu yang tahu bahwa anaknya dihargai lebih di negeri orang.


"Nak, Syukuri kehadiran beberapa teman yang sambut kamu di bandara," kata ibunya sambil mengusap punggung anaknya.


Mega hanya tersenyum. "Bu, Mega ini lahir menjadi Atlet berprestasi dari rahimnya Negeri tercinta ini.".


Media.online cr: one conten

*Sekjen LSM KPK kabupaten Tangerang, Diminta Camat Cisoka Evaluasi Proyek pekerjaan Paving Blok Didesa Carenang Kabupaten Tangerang*

By On Senin, April 21, 2025







Kabupaten Tangerang, xbintangindo.com--Sebuah proyek pemeliharaan jalan paving blok di Kampung Karoya RT. 07 RW. 04 Desa Carenang Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten jadi sorotan aktivis. 


Pasalnya, proyek yang berjudul Pemeliharaan jalan tersebut di kerjakan oleh CV. Naga Jaya yang menelan anggaran sebesar Rp. 98.990.156.00 dengan jumlah volume Panjang 77 meter, Lebar 2,5 meter waktu pelaksanaan 30 Hari Kalender. 

Terpantau awak media dan Aktivis sesaat penelusuran di lokasi. Nampak lumpur terlihat menyelimuti sepanjang badan jalan. Yang lebih parahnya terlihat kuburan berada di tengah badan jalan. 


Hasil investigasi Sekjen LSM  KPK ( Komunitas Pantauan Korupsi) DPC kabupaten Tangerang provinsi Banten Ardi Wiranata saat turun ke lokasi menjelaskan ke salah satu pekerja , "Jael" , saya tidak tahu pak kalo soal kesana , saya hanya pekerja saja pak , 

Selaku mandor dan pengawas nya siapa pak ( red) , kalo mandor namanya Dede( kodel) coba hubungi aja ini nomor kontak nya," ucap Jael,


Masih " Ardi Wiranata langsung menghubungi mandor kodel lewat kontak Washtaap nya "Bungkam" 


Minimnya pengawasan dalam proyek ini diduga menjadi penyebab utama kualitas pekerjaan yang buruk. Pemasangan paving block yang tidak rapi dan terkesan asal jadi pun semakin memperkuat dugaan tersebut.


Hingga berita ini di terbitkan dari pihak dinas kecamatan belum ditemui

Red/Xbi/ urip msc

Peringati Hari Kartini, UPT SDN PAMANUK 2 Gelar Lomba Fashion Show

By On Senin, April 21, 2025








Kab. Serang, xbintangindo.com -- Memperingati hari kartini kepala sekolah UPT SDN pamanuk 2, yang beralamat di desa pamanuk, kecamatan Carenang, kabupaten serang, provinsi Banten. Mengadakan kegiatan fashion Show di halaman sekolah. Pada : Senin, 21/05/2025.


Dalam mengenang jasa pahlawan wanita indonesia "Raden Ajeng kartini, acara ini ternilai sangat bermanfaat guna meningkatkan pengalaman bagi siswa-siswi agar selalu mengenang dan bisa berprestasi juga berdedikasi seperti pahlawan-pahlawan negara republik Indonesia ini.


Kepala sekolah SDN pamanuk 2, Kamsin mengatakan, "acara ini di laksanakan guna mengenang jasa pahlawan dan meningkatkan pengalaman siswa dan siswi agar lebih berprestasi seperti pahlawan wanita kita yaitu raden ajeng Kartini. "Ucapnya


Acara ini di hadiri oleh puluhan peserta siswa dan siswi dari murid didik kelas 1 (satu) hingga kelas 6 (enam), dan beberapa wali murid juga ikut hadir menyaksikan.


Selain itu acara tersebut terlaksana atas inisiatif dan apresiasi langsung oleh kepala UPT SDN pamanuk 2, hingga peserta yang lebih kreatif di berikan hadiah langsung dari saku kepala sekolah untuk juara 1, 2, dan 3.


Sanuji selaku guru dan pembawa acara menyampaikan "Acara ini langsung di adakan oleh kepala UPT SDN pamanuk dua, dan bagi siswa dan siswi peserta fashion show yang ternilai lebih kreatif akan mendapatkan hadian langsung dari kantong bapak kepala sekolah, tapi hanya untuk juara satu, dua, dan tiga. "Ujarnya


Salah satu wali murid peserta lomba fashion show meluapkan rasa bahagianya atas apresiasi kepala sekolah yang sudah mengadakan kegiatan guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar siswa.


"Ya saya merasa bahagia dengan kegiatan yang di adakan kepala sekolah, biar anak saya bisa lebih baik berkembang dalam berpenampilan, sangat baik untuk pengalaman murid, apa lagi ini kegiatan hadiahnya langsung dari kantong kepala sekolah, walau anak saya belum bisa mendapatkan juara is the best kepala sekolah. "Ungkap idah kepada wartawan.

Aditya bello xbi//.

DD Desa Gunungtanjung TA 2024 Di Duga Di Korupsi Sehingga Di Keluhkan Warga,

By On Senin, April 21, 2025






SUKABUMI JABAR,xbintangindo.com berdasarkan informasi yang di terima awak media mengenai realisasi dana desa tahun anggaran 2024 sebesar Rp 1.024.303.000 (satu miliar dua puluh empat juta rupiah) di desa gunungtanjung, kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi Jabar, namun dengan anggaran sebesar itu awak media mendapatkan informasi bahwa dengan anggaran sebesar itu ada anggaran untuk pembangunan di duga ada yang tidak di realisasikan padahal anggarannnya di cairkan,


 kang coba di tanyain ke pihak desa gunungtanjung, apa saja fisik yang di laksanakan kegiatannya di tahun anggaran 2024 karena yang saya tahu ada satu kegiatan yang sudah di rencanakan dan di laporan pertanggungjawaban sudah di laporan terhadap pemerintah tapi realisasinya tidak ada, ungkap salah satu warga yang pernah ikut musyawarah di desa gunungtanjung terhadap awak media, 



Sementara pihak desa gunungtanjung di saat awak media melakukan konfirmasi, memang saya selaku kepala desa belum melihat apa saja yang di laksanakan fisik di tahun anggaran 2024, walaupun laporan pertanggungjawaban sudah selesai kami buat dan di laporkan ke pemerintah, kenapa saya sampai hari ini belum saya lihat, karena saya sudah mempercayai terhadap stap-stap bahkan percayanya saya terhadap stap-stap seribu persen saya katakan, ungkap H.Sahrudin selaku  kepala desa terhadap awak media.(10/04/2025)





Di lain pihak sekdes desa gunungtanjung, pada tahun 2024 sekdesnya bukan saya, tapi saya bukan menutup-nutupi persoalan kegiatan tahun anggaran 2024, saya pribadi di bilang tidak tahu ya emang tidak tahu, karena saya menjabat sekretaris desa masih baru sekitar beberapa bulan belum sampai setahun, dan fisik yang tidak di bangunkan/realisasikan itu yang mana, sepengetahuan kami satu, di kedusunan jambe jajar, yang kedua pelaksanaan pengaspalan di kampung tipar yang ketiga jalan gang, kalau ada yang ngomong tidak di realisasikan jalan yang mana dari anggaran dana desa tersebut, tegas sekertaris desa, (10/04/2025)


Namun ketika di tanya terkait pelaksanaan pengerasan jalan usaha tani (JUT) kepala desa dan sekertaris desa tidak ada yang bisa menjelaskan,

Harapan Warga Kepada Bupati dan Wakil Bupati Serang Terpilih, Jalan Situ Ciherang Cikande Bebas Dari Pedagang Liar Yang Kerap Menimbulkan Kemacetan

By On Minggu, April 20, 2025







SERANG - Sejumlah warga Kabupaten Serang, Banten, menyampaikan banyak harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Serang yang terpilih. Minggu (20/4/2025).


Usai menggunakan hak pilihnya, sejumlah warga pada Sabtu (19/4), berharap siapa pun Bupati dan W,"akil Bupati yang terpilih nanti dapat membawa perubahan, Salah satunya  Pedagang liar yang berada di sepanjang jalan Situ Ciherang Desa Cikande Kecamatan Cikande Kabupaten Serang.


Pasalnya jalan umum seyogyanya untuk pengendara roda dua dan empat bebas dari kemacetan,  namun kini semakin semrawut, hak Pengendara sebagai pengguna jalan dijarah, akibatnya kemacetan pun tak bisa dihindari.


Anak anak sekolah SD Negeri 2 Cikande tak sedikit yang telat bila masuk sekolah, ditambah bau tak sedap mengganggu belajar siswa.


Hal tersebut dikarenakan begitu menjamurnya berbagai pedagang kaki lima yang menjual barang dagangannya, lebih miris puluhan bangunan milik pedagang liar dipermanen hingga memakan badan jalan , dampaknya mobil nyaris tak bisa lewat, motor pun harus bersabar.


Achmad (46) salah pengguna jalan meminta kepada satpol PP kabupaten Serang tegas dengan kondisi pedagang liar yang kini menjamur yang menggangu ketertiban umum.


"Kepada Satpol PP kabupaten serang, harus tegas menertibkan dan membongkar para pedagang liar yang nyaris menutupi jalan," ujar Achmad.


"Satpol PP masih adakah di kabupaten serang, membiarkan pedagang liar menjamur menggunakan badan jalan yang kasat mata jelas melanggar ketertiban umum," ujar kembali.


Asep yang setiap harinya melintas di jalan situ Ciherang tersebut meminta kepada Bupati dan wakil Bupati terpilih untuk meninjau langsung kondisi jalan situ Ciherang yang sudah terkepung pedagang liar.


"Kepada Bupati dan wakil Bupati terpilih versi hitung cepat Ratu Zakiyah dan Najib Hamas, untuk lihat langsung kondisinya, hak pengguna jalan dan pejalan kaki di jarah , kembalikan ke  aslinya bebas dari pedagang, " Harapnya.


Keberadaan mereka (Pedagang liar) di sepanjang jalan situ Ciherang diduga menjadi ajang oknum yang bermain.


"Tak mungkin kalau tidak ada uang sewa, Jumlahnya puluhan lapak, Instansi terkait harus turun menerima laporan warga, dan menindak oknum bermain yang menghalalkan jalan di pakai untuk berjualan," pungkasnya Achmad.


Sebagai catatan pedagang liar sepanjang situ Ciherang sudah sempat di bongkar pada bulan Agustus 2022 dan Juli 2024, meski pernah dibongkar pedagang tetap membangun kembali lapak dagangannya bahkan usai lebaran 2025 tampak  pedagang baru semakin bermunculan, hingga menambah kesemrawutan.

Kegiatan Pemasangan Pavingblock Di Desa Sidoko, Kecamatan Gunung kaler Banyak Kejanggalan, "Hilmi : Uangnya Udah Kehabisan Bagi-Bagi 60 Lebih Orang Media

By On Minggu, April 20, 2025







Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Melanjutkan pemberitaan terkait kegiatan pemasangan Pavingblock di kampung kulungbaya RT 05, desa sidoko, kecamatan gunungkaler, kabupaten tangerang-banten, yang berita sebelumnya pernah tayang di media online xbintangindo.com dengan judul_ "Menjadi Sorotan Aktivis, Kegiatan Paving Block Di Desa Sidoko, Kecamatan Gunung Kaler - Kabupaten Tangerang, Diduga Banyak Kejanggalan


Dugaan-dugaan tersebut semakin tersorot jelas, pasalnya saat awak media akan melanjutkan konfirmasi terkait penemuan di lapangan pihak bersangkutan menjawab bahwa sudah kehabisan uang bagi-bagi kepada orang media hingga 60 lebih.


Terhubung dengan seorang bernama Hilmi yang di duga adalah seorang pelaksana di lokasi kegiatan, saat di komunikasi melalui chat WhatsApp kepada awak media merespon "Pekerjaan udh selesai bang...gimana uangnya udh kehabisan...bagi2 udh 60 lebih org media. "Responnya pada : 19 April 2025. Malam


Kini pemberitaan tersebut masih menjadi misteri, lantaran terlaksananya kegiatan belum di ketahui jelas dengan dugaan ketidak transfaran pelaksana kegiatan publik kepada masyarakat dengan tidak adanya papan informasi proyek (PIP) di lokasi kegiatan.


Lanjutnya ia pun menjawab, terlaksananya kegiatan pemasangan pavingblock di lokasi tersebut adalah petunjuk langsung (PL) dari kecamatan gunungkaler. PL kecamatan. "Balasnya dengan singkat


Awak media mempertanyakan prihal nilai anggaran, agregat abu batu dan berangkal, dan pemadatan (stamper), dirinya Hanya menjawab "pake. "Tambahnya


Sementara saat awak media mencari nama paket data kegiatan pemasangan Pavingblock tersebut melalui lembaga kebijakan pengadaan barang / jasa pemerintah yang di singkat menjadi LKPP,  belum juga di temukan.


Di sisi berbeda, Ali salah satu aktivis pemerhati lingkungan mempersoalkan maksud dari perkataan pelaksana bahwa uangnya sudah kehabisan bagi-bagi lebih dari 60 media tersebut. "Uang udah kehabisan bagi-bagi lebih 60 orang media. Media yang mana ? maksud berbagai lebih dari enam puluh media itu untuk apa ? dan uang yang di bagikan tersebut uang siapa. ? "Ujarnya


Hingga berita ini berlanjut pihak bersangkutan dari kecamatan gunungkaler belum juga merespon.

Red xbi//.*

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pada PSU Kabupaten Serang, Gabungan Personel Polsek Jawilan Polres Serang Dan BKO Brimob Laksanakan Patroli

By On Minggu, April 20, 2025








Kabupaten Serang xbintangindo.com

Bertempat di mapolsek Personil Polsek Jawilan Polres Serang dan BKO Brimob Polda Banten laksanakan patroli dalam rangka antisipasi gangguan kamtibmas Pada proses Pemilihan Suara Ulang atau PSU Kabupaten Serang, Sabtu (19/4/2025).


Kapolsek Jawilan Iptu Erwan Nurwanda, SE menyatakan patroli yang dilaksanakan proses sebelum dan sesudah Pemilihan Suara Ulang merupakan wujud upaya polri dalam mensukseskan Tahapan Pilkada di kabupaten serang yang aman dan damai.


“Tim patroli bergerak dari Mapolsek Jawilan berpatroli di wilayah hukum Polsek Jawilan sembari menghimbau kepada masyarakat Kecamatan Jawilan agar menjaga kamtibmas," ujar Kapolsek.


Lebih lanjut, Kapolsek Jawilan menjelaskan Kehadiran petugas di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.


"Kehadiran petugas di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dalam hal memberikan rasa aman dan tentram terlebih khususnya pada pelaksanaan PSU hingga pleno rekapitulasi pilkada tingkat kabupaten Serang.”ujarnya kembali.


"Kami sebagai pihak keamanan akan terus gencarkan patroli selama proses PSU hingga tahapan pleno kabupaten, kami akan terus berupaya agar situasi dan kondisi di kecamatan Jawilan aman dan terkendali.” Tutup Kapolsek Jawilan Iptu Erwan Nurwanda.

737 Guru Ngaji DiDuga Jadi Korban Pungli Dana Bantuan

By On Minggu, April 20, 2025






LEBAK BANTEN, XBingangindo.com  Beberapa guru ngaji di kecamatan Banjarsari kabupaten lebak Banten, mengeluh atas dugaan pungli yang di lakukan oknum pegawai kecamatan dan oknum forum silaturahmi pondok pesantren (FSPP) kecamatan Banjarsari, 


Menurut beberapa guru ngaji yang mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten Lebak saya seharusnya menerima uang bantuan tersebut sebesar Rp 250.000 namun yang saya terima hanya Rp 225.000 ucap Shukur sudah pasti saya panjatkan kehadirat Allah SWT, namun agak sedikit heran saja bantuan untuk kami para pengajar santri-santriwati hanya sebentar Rp 250.000 saja ko mau motong/mungut, apakah mereka selaku yang di tugaskan untuk menyalurkan bantuan tersebut tidak di berikan operasional, ungkap guru ngaji terhadap awak media, (16/04/2025)

Lukmanul hakim, orang di duga palaku pungutan saat di konfirmasi awak media, saya sumpah demi Allah kalau saya memotong dan apa buktinya kalau saya memotong uang bantuan tersebut, dan bagi mereka yang menyatakan kalau saya memotong, mereka harus menunjukkan bukti, bentuk photo atau yang bisa menunjukan kalau saya memotong, karena saya hanya menerima uang bantuan tersebut itupun langsung saya serahkan ke pihak FSPP kecamatan Banjarsari,  untuk lebih jelasnya di kecamatan ada bagiannnya, bukan saya tegas Lukmanulhakim. (16/04/2025)


Di lain pihak, Suparta selaku ketua FSPP kecamatan Banjarsari, untuk penyaluran bantuan guru ngaji di kecamatan Banjarsari tidak ada pemotongan, dengan nilai Rp 25.000 itu tidak benar informasi tersebut, kalaupun ada itu juga yang ngasih tanpa ada penentuan nominal, contoh pada saat itu sekitar tiga hari lagi menjelang lebaran, ada salah satu guru ngaji, yang memberikan kepada saya senilai Rp 50.000 itu tidak saya pinta, mereka ngasih katanya sebagai ucapan terima kasih, karena saya sudah mengantarkan uang bantuan tersebut ke guru ngaji tersebut di rumahnya, dan saya tanya juga ikhlas gak, katanya ikhlas, misal terjadi ada pemotongan saya tidak pungkiri bisa saja terjadi, dan saya meyakini kalau itu terjadi itu di lakukan oleh oknum yang mengatasnamakan FSPP Tutur Suparta, 



Sementara "Mahfud Basyir selaku camat Banjarsari sekaligus ketua guru ngaji sekecamatan Banjarsari, mengenai bantun untuk guru ngaji saya tidak tahu, karena ketika turunnya bantuan uang bantuan tersebut, di hari libur jadi saya tidak tahu, dan saya ketika dapat informasi turunnya bantuan uang bantuan tersebut, langsung memberikan amanah kepada ketua FSPP yaitu pak Suparta, berkaitan dengan dugaan terjadinya pemotongan, senilai Rp 25.000 tidak ada pemotongan, jelas camat Banjarsari, (16/04/2025)


Adanya keluhan guru ngaji terkait dugaan potongan uang bantuan senilai Rp 25.000 perorang, di kali 737 pemerintah pastinya di rugikan oleh oknum sebesar Rp 18.425.000 (delapan belas juta empat ratus dua puluh lima ribu rupiah).

Marwan xbi//.*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *