Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
Operator SPBU 34-15703 Jayanti Timur dapat uang Tip Rp 60.000,- untuk isi Rp. 1 Juta ke Mobil Gerandong Milik Bos Wawan Keling

By On Rabu, Agustus 05, 2026





Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Maraknya penyalahgunaan dan penyelewengan BBM Solar Bersubsidi diwilayah provinsi Banten, modus mafia pengusaha BBM Solar Bersubsidi tersebut berbagi macam cara, untuk mendapatkan BBM Solar Bersubsidi ada yang menggunakan pembelian BBM Solar Bersubsidi di SPBU dengan cara menggunakan kendaraan yang sudah dimodifikasi.








Seperti terlihat di SPBU 34-15703 Jayanti Timur Desa Jayanti kecamatan Jayanti kabupaten Tangerang Banten, Selasa, 4/08/26.


Saat beberapa wartawan investigasi ada unit Mobil truk besar Fuso tampak terlihat sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, saat dikonfirmasi wartawan supir mobil truk besar tersebut langsung mengakui jika mobil yang dibawanya milik bos Wawan keling pengusaha  BBM Solar Bersubsidi.


" Ya pak ini mobil bos Wawan keling, saya hanya disuruh bawa mobil dan belanja solar saja, ini juga baru dapat beberapa ton saja, sekarang mah susah nyari solarnya, operator SPBU nya udah pada tau duit, di SPBU Jayanti ini saja ngasih uang Tip nya ke operator Rp. 60.000 untuk belanja Rp. 1 Juta, usaha yang beginian mah yang penting bisa berbagi aja lah, " ucap si supir.


Lanjut, " hubungi si bos aja pak, atau pengurus nya bang Ray, saya mah tidak bisa berbuat apa-apa, cuma seorang pekerja saja, " sambung supir.


Operator SPBU Jayanti Timur saat dikonfirmasi hanya menundukkan kepala dan menganggukkan kepalanya saja terlihat wajahnya yang pucat karena merasa apa yang dilakukannya salah.


Sampai berita ini disiarkan bos Wawan Keling dan Ray selalu pengurusnya belum dapat dikonfirmasi.

Red xbi//.#

Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Polres Serang Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Hadapi Potensi Bencana Musim Kemarau

By On Rabu, Agustus 05, 2026




Kab, Serang xbintangindo.com

Polres Serang menggelar Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Hijau Polres Serang, Rabu (5/8/2026) pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta ini dipimpin langsung oleh Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. sebagai Inspektur Apel.


Apel kesiapsiagaan tersebut dihadiri Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah, S.Pd., M.M., Wakapolres Serang, jajaran Pejabat Utama Polres Serang, para Kapolsek, Forkopimda Kabupaten Serang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan. Turut mengikuti apel personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Dinas Kesehatan, PMI, Senkom, dan unsur terkait lainnya sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman bencana pada musim kemarau.


Dalam amanatnya, Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, serta berbagai dampak musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus 2026.


Kapolres menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan rendah selama musim kemarau, sehingga meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, gangguan kesehatan, hingga kebakaran hutan, lahan, kawasan industri, dan permukiman.


"Meskipun Provinsi Banten bukan termasuk wilayah dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tertinggi, kita tidak boleh lengah. Kabupaten Serang memiliki karakteristik wilayah yang beragam sehingga seluruh unsur harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," tegas Kapolres.


Kapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah saat cuaca panas dan berangin, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui petugas terdekat atau layanan Kepolisian 110.


Selain itu, Kapolres meminta seluruh Kapolsek bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, desa, dan instansi terkait segera melakukan pengecekan peralatan, pemutakhiran peta wilayah rawan, pendataan sumber air, penyusunan rencana kontingensi, pelaksanaan patroli terpadu, simulasi penanganan kebakaran, hingga pelaporan kesiapan masing-masing wilayah.


Sementara itu, Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan apresiasi kepada Polres Serang atas inisiasi pelaksanaan apel kesiapsiagaan tersebut sebagai bentuk sinergi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana akibat musim kemarau.


Menurut Bupati, kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak kerugian serta menyelamatkan jiwa dan aset masyarakat. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, tenaga kesehatan, PMI, serta seluruh relawan yang siap melaksanakan tugas kemanusiaan demi melindungi masyarakat Kabupaten Serang.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kelengkapan peralatan siaga bencana dan kendaraan operasional sebagai bentuk kesiapan personel dan sarana pendukung dalam menghadapi potensi keadaan darurat, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.


Melalui kegiatan ini, Polres Serang bersama seluruh stakeholder menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana dengan mengedepankan prinsip, "Cegah sebelum terjadi, tanggap saat bencana, cepat dalam penanganan, dan utamakan keselamatan."

Dugaan Fitnah dan Pencernaan Nama Baik Terhadap Pardiah Berujung Laporan Polisi

By On Rabu, Agustus 05, 2026




SERANG – Menanggapi pemberitaan salah satu media massa berjudul "Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik terhadap Pardiah Berujung Laporan Polisi di Tiga Tingkatan", Suryadi menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

‎Menurut Suryadi, peristiwa tersebut bermula dari informasi yang beredar di lingkungan warga Kampung Pasir Sempur RT 16/RW 02, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengenai dugaan seorang pria yang memasuki rumah salah satu warga pada malam hari dengan maksud melakukan pelecehan terhadap istri pemilik rumah.

‎Ia menjelaskan, informasi tersebut pertama kali disampaikan oleh suami dari perempuan yang diduga menjadi korban kepada sejumlah warga. Menurut Suryadi, pria tersebut juga merupakan adik ipar dari orang yang diduga memasuki rumah itu.

‎"Kalau tidak salah, pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Suemi datang ke rumah saya dan menceritakan isu yang saat itu sedang ramai di masyarakat. Sebelumnya saya sama sekali tidak tahu kalau bukan Suemi sendiri yang bercerita. Menurut penjelasan Suemi kepada saya, Ahyati datang ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB dan menanyakan ciri-ciri orang yang masuk ke rumah. Setelah dijelaskan ciri-cirinya memakai celana pendek biru dan sweter hitam, Yati kemudian menyebut nama Padil dan langsung menangis," ujar Suryadi, mengulang cerita yang disampaikan Suemi kepadanya.

‎Di sisi lain, Rohedi yang akrab disapa Riko mengaku juga pernah menerima cerita serupa dari Suemi. Saat dikonfirmasi, Riko mengatakan Suemi pernah mendatanginya seusai salat Magrib untuk menceritakan persoalan tersebut.

‎"Benar, Suemi pernah datang ke rumah saya seusai salat Magrib. Sebelumnya dia menghubungi saya melalui WhatsApp dan mengajak bertemu sambil ngopi karena ada sesuatu yang ingin diceritakan. Saat bertemu, Suemi mengaku merasa heran setelah istrinya menerima pesan WhatsApp dari Padil. Menurut cerita Suemi, dalam pesan tersebut Padil menyampaikan keinginan untuk datang ke rumah dan meminta minum, sementara saat itu Suemi sedang tidak berada di rumah," terang Riko.

‎Sementara itu, awak media telah berupaya mengonfirmasi pihak yang bersangkutan untuk memperoleh tanggapan dan klarifikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban atau tanggapan yang diberikan.

‎Baik Suryadi maupun Riko menegaskan bahwa keterangan yang mereka sampaikan kepada awak media merupakan informasi yang mereka dengar langsung dari Suemi. Keduanya menyatakan tidak memiliki maksud untuk menyebarkan fitnah ataupun mencemarkan nama baik pihak mana pun. Mereka juga menyatakan siap memberikan keterangan apabila diminta oleh aparat penegak hukum.

Pendaftaran Siswa/Siswi Murid Baru Di SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon Diduga ada Strategi Kecurangan.

By On Rabu, Agustus 05, 2026



Cilegon, xbintangindo.com --| Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid baru SPMB tahun ajaran 2026/2027. Di SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon diduga memerlukan biaya pendaftaran yang cukup besar bahkan sampai puluhan juta rupiah.


Adapun rincian biaya daftar ulang SPMB Di SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon.


   1.DPP Rp. 7500.000

2. Buku Rp. 1.600.000

3. Edukatif Rp. 2.500.000

4. Seragam Rp. 1.650.000

5. SPP/Bulan Rp. 850.000.


Total. Rp. 14.350.000


Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada jurnalis kitaketik/Red iya benar pa anak saya sudah daftar ulang ke sekolah SMAIT Raudhatul Jannah dan sudah membayar nya sebesar Rp. 13.850.000 (Tiga Belas Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan itu uang diserahkan pada tanggal 10 November 2025. Saat anak saya masih dalam pelajaran di SMPIT RJ Cilegon 6 Bulan sebelum kelulusan. Yang beralamat di Jl D.I panjaitan no 4 kalitimbang cibeber.


Sampai akhirnya Alhamdulillah anak saya diterima di salah satu SMA Negeri, beberapa kali saya dan istri waktu itu sempat ke sekolahan SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon untuk meminta hak uang pendaftaran anak saya agar dikembalikan, namun pihak sekolah mengatakan saya harus membuat surat pengunduran diri agar uangnya dikembalikan." ucapnya.


Sampai saya beberapa kali ke Dinas pendidikan provinsi Banten diruangan SPMB mengadukan agar permasalahan ini cepat ditangani, saya duga ini jadi sebagai kecurangan dan dipaksa untuk jadi siswa/siswi di SMAIT RJ Cilegon tanpa ada kesempatan memilih sma negeri diluar sekolah, saya selaku pihak orang tua wali murid terpaksa untuk menghindari mental anak dalam belajar dangan sangat terpaksa mengamini permintaan anak.


Cara tersebut adalah strategi curang yang menurut penilaian kami merenggut hak demokrasi seorang anak dalam memilih sekolah adapun kemungkinan di berikan surat pernyataan meneruskan sekolah dengan tanpa sosialisasi kepada wali murid merupakan cara yang tidak elok ( strategi ) mengunci siswa untuk tidak dapat meneruskan pendidikan ke sekolah lain. Indikasipun muncul sebagai cara yayasan mendapatkan keuntungan dari biaya pendaftaran siswa yang hangus dikarenakan tanggal dari surat pernyataan 6 bulan sebelum pengumuman kelulusan.Tambahnya".



H. Adang Selaku kasi SPMB Dinas pendidikan provinsi Banten Mengatakan, Walaikumsalam saya sudah menelpon kepala sekolah RJ terkait aduan pada malam Rabu, jawabannya sedang dibicarakan dengan yayasan sampai saat ini saya belum ada info lagi dari kepala sekolah RJ. Sampai saat ini belum ada informasi terbaru ucapnya melalui pesan WhatsAppnya kepada Resaksi kitaketik." 8 Juli 2026.


Sampai Berita ini ditayangkan aktivis Banten Budi S mengecam keras kepada SMPIT dan SMAIT Raudhatul Jannah Cilegon Atas Dugaan Kecurangan yang mengikat kepada Siswa/Siswi Yang Masih Dalam Pelajaran Sebelum Kelulusan Sudah Membayar Uang Daftar Ulang puluhan Juta Rupiah, kita akan laporkan ini ke gubernur Banten dan instansi terkait." Tegasnya.(Red)

Ketua DPK Knpi Bayah  Angkat Bicara Soal Dugaan Pencemaran Lumpur Industri Semen  dari PT. Cemindo Gemilang Ganggu Puluhan Hektar Sawah

By On Selasa, Agustus 04, 2026



 







*LEBAK* - Ketua DPK Knpi Bayah  Angkat Bicara Soal Dugaan Pencemaran Lumpur Industri Semen  dari PT. Cemindo Gemilang Ganggu Puluhan Hektar Sawah


Fenomena dugaan pencemaran lahan pertanian akibat aktivitas industri semen di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan masyarakat dalam kurun waktu 2024–2026. 


Puluhan hektar lahan sawah milik warga diduga terdampak endapan lumpur. Endapan itu dikaitkan dengan aktivitas operasional PT Cemindo Gemilang. Kondisi semakin parah saat intensitas hujan tinggi yang memicu limpasan atau _runoff_ dari kawasan industri menuju area pertanian.


“Kalau benar terbukti, ini bisa bikin produktivitas sawah turun, saluran irigasi tersumbat, dan biaya bertani jadi naik karena harus normalisasi saluran dan rehabilitasi lahan,” ujar  Aji Ketua Knpi Bayah, kepada awak media via by phone Selasa (4/8/2026).


Menurut Aji, Dampak ke Tanah dan Irigasi

Dari perspektif ilmu lingkungan, masuknya material sedimen dan lumpur ke lahan sawah dapat mengubah karakteristik fisik tanah. Tekstur, porositas, permeabilitas, hingga kapasitas infiltrasi air berpotensi berubah. 


Akibatnya, pertumbuhan tanaman padi bisa terganggu. Akar tanaman terhambat, oksigen di zona perakaran berkurang, dan penyerapan unsur hara menjadi tidak efisien.


Sedimentasi juga mengancam jaringan irigasi. Kapasitas saluran berkurang sehingga distribusi air ke sawah tidak optimal, terutama pada musim tanam.


*Dampak Sosial-Ekonomi*

Dugaan pencemaran ini juga berdampak pada ekonomi rumah tangga petani. Penurunan hasil panen, naiknya biaya pemulihan lahan, dan ketidakpastian musim tanam dapat menekan pendapatan petani.


Kondisi tersebut berpotensi memicu konflik antara masyarakat dan pihak industri. Warga menuntut agar mekanisme pengaduan, pemantauan lingkungan, dan kompensasi dijalankan secara transparan dan akuntabel.


*Tuntutan Kajian Ilmiah*

Secara konseptual, kasus ini perlu dilihat dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan. Industri semen memang berkontribusi pada investasi, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun manfaat ekonomi itu harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang efektif.


Penerapan prinsip kehati-hatian _precautionary principle_ dan tanggung jawab lingkungan perusahaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan juga menjadi tuntutan.


Penelitian terdahulu menunjukkan, keberadaan industri semen di Bayah telah mengubah pemanfaatan ruang dan menimbulkan dinamika sosial serta lingkungan, termasuk perubahan fungsi lahan pertanian dan tekanan terhadap sumber daya alam.


Untuk itu, jika dugaan pencemaran sawah oleh lumpur semen pada periode 2024–2026 terbukti, diperlukan investigasi ilmiah. Kajian yang dibutuhkan meliputi analisis kualitas tanah, sedimen, dan air irigasi. Selain itu perlu pemetaan spasial luas lahan terdampak serta evaluasi hubungan kausal antara aktivitas industri dan kondisi lingkungan pertanian.


Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan mitigasi, pemulihan lingkungan, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat yang terdampak.


Hingga berita ini ditulis, pihak PT Cemindo Gemilang dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Polres Serang Salurkan 24.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kecamatan Tanara

By On Selasa, Agustus 04, 2026








Kab, Serang xbintangindo.com

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau, Polres Serang bersama Polsek Tanara melaksanakan bakti sosial penyaluran air bersih di tiga desa di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Selasa (4/8/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tanara, IPTU Iwan Rudini, S.H., dengan menyalurkan total 24.000 liter air bersih kepada masyarakat di Desa Pedaleman, Desa Cerukcuk, dan Desa Siremen yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Reskrim Polsek Tanara, Kasium Polsek Tanara, Ka SPK Polsek Tanara, Kanit Provost Polsek Tanara, Kanit Samapta Polsek Tanara, para Bhabinkamtibmas, anggota Polsek Tanara, Kepala Desa Pedaleman dan Kepala Desa Siremen, serta masyarakat penerima manfaat.


Adapun distribusi air bersih dilakukan di tiga titik, yakni:


* Kampung Pesisir, Desa Pedaleman sebanyak 8.000 liter;

* Kampung Cikeli, Desa Cerukcuk sebanyak 8.000 liter; dan

* Kampung Bayak, Desa Siremen sebanyak 8.000 liter.


Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.


"Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih," ujarnya.


Masyarakat menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polres Serang serta Polsek Tanara yang hadir memberikan solusi atas kebutuhan air bersih di wilayah mereka.


Kegiatan penyaluran air bersih selesai pada pukul 14.30 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar. Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Serang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat.

Lapak Tampungan BBM Solar Bersubsidi di Kali Gandu Kota Serang Milik IKS diduga Kebal Hukum

By On Selasa, Agustus 04, 2026





Kota Serang, xbintangindo.com --

 Diduga lapak untuk penampungan sementara bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di kali Gandu Kota Serang Milik IKS (oknum TNI) kebal hukum, sering datang polisi hanya datang dan pergi...!".





Menurut warga sekitar jika lapak yang tertutup seng itu sering keluar masuk mobil-mobil truk, terkadang kalau menjelang subuh ada mobil tangki masuk selang beberapa jam keluar lagi diikuti mobil pickup membawa drigen-drigen plastik berwarna biru dan kempu plastik.









" Lapak seng itu selalu ada kegiatan, ada yang ngecor solar dari tangki ke drigen-drigen ada juga sebaliknya dari drigen ke tangki besar dan kempu plastik, informasi nya milik IKS oknum TNI, sering nya malam sampai subuh kegiatan didalam nya, ada juga ngambil dari pom bekang begitu info yang saya tau pak..." ujarnya.


" Coba saja tanyakan ke dalam pak, siapa tau di buka pagarnya, biasanya seh kalau orang yang tidak dikenal gak dibukakan pintu pagarnya." Sambung warga.


Saat wartawan hendak Konfirmasi dan mendatangi lapak tersebut, beberapa di ketuk pintu pagar pun tidak dibukakwn.

Wok.


Polsek Carenang Bersama BAZNAS Kabupaten Serang dan PMI Provinsi Banten Salurkan 20.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

By On Selasa, Agustus 04, 2026








Kab, Serang xbintangindo.com

Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau terus ditunjukkan Polres Serang melalui jajaran Polsek Carenang. Pada Selasa (4/8/2026), Polsek Carenang bersama BAZNAS Kabupaten Serang dan PMI Provinsi Banten melaksanakan bakti sosial penyaluran air bersih kepada warga Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, S.H.sebagai penanggung jawab kegiatan. Sebanyak 20.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat dampak musim kemarau.


Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap di empat titik, masing-masing Kampung Ragas Masigit, Kampung Ragas Tegal, Kampung Bojong, dan Kampung Sukamulya, dengan jumlah 5.000 liter di setiap lokasi sehingga total distribusi mencapai 20.000 liter.


Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Carenang, perwakilan BAZNAS Kabupaten Serang, PMI Provinsi Banten, Kasi Trantib Kecamatan Carenang, personel Polsek Carenang, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Ragas Masigit, para Ketua RT/RW, serta masyarakat Desa Ragas Masigit yang menerima bantuan.


Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan akibat musim kemarau.


"Melalui sinergi bersama BAZNAS Kabupaten Serang dan PMI Provinsi Banten, kami berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sehingga dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan. Polri akan terus hadir memberikan pelayanan dan bantuan nyata kepada masyarakat," ujar Kapolres.


Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian Polri bersama para stakeholder yang telah hadir memberikan bantuan air bersih di tengah kondisi musim kemarau.

Polres Serang Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau di Desa Susukan, Tirtayasa

By On Selasa, Agustus 04, 2026






Kab, Serang xbintangindo.com

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau, Polres Serang bersama Polsek Tirtayasa melaksanakan kegiatan bakti sosial (baksos) berupa penyaluran air bersih kepada warga dan Pondok Pesantren Ashabul Maimanah di Kampung Sampang, Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Senin (3/8/2026) malam.


Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tirtayasa AKP Cece Sumarya dengan menyalurkan sebanyak 6.000 liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak kekeringan pada musim kemarau.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Tirtayasa, Pimpinan Ponpes Ashabul Maimanah KH Wahid, Ka SPK Polsek Tirtayasa, Ps Kanit Intel Polsek Tirtayasa, Bhabinkamtibmas Polsek Tirtayasa, serta masyarakat Desa Susukan.


Penyaluran air bersih dipusatkan di Pondok Pesantren Ashabul Maimanah, Kampung Sampang, Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, sebagai lokasi yang terdampak keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau.


Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.


"Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi wujud kepedulian Polri dalam memberikan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat," ujar Kapolres.


Selain sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, kegiatan ini juga mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat serta menunjukkan komitmen Polres Serang dalam hadir memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi warga.


Kegiatan bakti sosial penyaluran air bersih selesai pada pukul 20.00 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta lancar.

Kekuatan Medsos, 5 Oknum Dishub di Bekasi Peras Supir Truk Rp. 1.7 Juta akhirnya di pecat

By On Senin, Agustus 03, 2026







Foto : Pegawai Dishub Bekasi yang peras supir truk 1.7 juta.

Bekasi Jabar, xbintangindo.com --

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akhirnya mengambil langkah tegas tanpa kompromi.


Lima orang oknum anggotanya yang berinisial F, S, P, S, dan R resmi dijatuhi sanksi pemecatan setelah terbukti sah melakukan praktik pungli terhadap sopir truk di kawasan Pos Poncol, Jalan M Hasibuan, Bekasi Timur.


Terbongkarnya borok oknum Dishub ini bermula dari kekuatan media sosial dan keberanian warga yang bersuara.


Beredar luas sebuah video yang memperlihatkan aksi protes terhadap oknum Dishub.


Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang pria yang menuntut agar uang sebesar Rp 1,7 juta yang diduga hasil pungli dari seorang sopir truk segera dikembalikan.


Kasus yang mencoreng institusi pelayanan publik ini langsung viral dan sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.


Melalui akun Instagram-nya, sang Gubernur segera berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dan mendesak agar oknum nakal tersebut ditindak setegas-tegasnya.


Merespons kegaduhan publik, pimpinan Dishub Kota Bekasi langsung bergerak cepat mengamankan para pelaku.


Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, langsung membekukan absensi lapangan kelima oknum tersebut dan menarik mereka ke Markas Komando (Mako) Dishub untuk mempermudah pemeriksaan.


Dalam sidang kode etik internal, kelima oknum tersebut akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.


Karena dinilai telah melakukan pelanggaran berat yang sangat mencemarkan nama baik Pemkot Bekasi, Dishub resmi menjatuhkan rekomendasi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) alias pemecatan.


Proses pemecatan kini tengah memasuki tahap finalisasi di ranah kepegawaian.


Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dishub Kota Bekasi, Arlindo, memastikan bahwa proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kelima tersangka pungli tersebut telah rampung.


Saat ini, seluruh berkas pemeriksaan segera dilimpahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi untuk dieksekusi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Tindakan tegas berupa pemecatan ini diharapkan bisa menjadi shock therapy (efek jera) bagi aparatur negara lainnya agar tidak main-main dengan jabatannya untuk memeras keringat rakyat. Sumber Darto FB.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *