Berita Terbaru

Diberdayakan oleh Blogger.
 *KIP tak Dipasang dilokasi Proyek Tanggul di Saluran Cidurian dari BBWS-C3 Tidak Menampilkan KIP*

By On Sabtu, April 04, 2026






Kabupaten Tangerang || Proyek tanggul di saluran kali Cidurian tepatnya belakang Taman Cikande Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang tidak menampilkan secara benar tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). (Sabtu 04/04/2026).





Proyek yang sedang dikerjakan sudah seminggu berjalan, nyatanya tidak memasang papan informasi sebagai sarana untuk diakses publik.


Gerak tanggap cepat dari BBWS-C3 patut di apresiasi, mengingat beberapa bulan ke belakang telah terjadi banjir besar di Perum Taman Cikande hingga menelan dua anak korban jiwa yang tenggelam saat banjir menggenangi.


Saat di konfirmasi pada warga setempat yang rumahnya samping kali Cidurian, beliau menuturkan.


"Saya disini hanya memantau saja pada yang kerja, karena ini adalah pengajuan saya. Saya prihatin dan bosan dengan langganan banjir yang hampir tiap tahun menggenangi perumahan ini. Kalau pelaksana kesini paling pagi hanya kontrol doang, paling satu atau dua jam disini.

Kalau papan informasi belum terpasang, namun rencananya hari ini akan di kirim kesini untuk dipasang" jelasnya.


Ditanya terkait dari mana solar yang digunakan oleh alat berat, warga yang yang mengawasi kerjaan menjawab.

"Setahu saya ini solar resmi dari perusahaan, gak berani kalau pake yang gak resmi mah, kalau pengirimannya sih pake drum bukan derigen " tambahnya.


Pantauan awak media di lokasi, pekerja amat semangat dalam bekerja. Namun hal tersebut ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah, sang RT ternyata belum mendapatkan informasi terkait kegiatan tersebut dan tidak dilibatkan.


Hingga berita ini tayang, pihak pelaksana dan pengawas belum dapat dikonfirmasi karena tidak adanya alat komunikasi untuk menghubungi.

Red xbi//.*

Vino : " Selamat ulang tahun, putraku!  Rizki M.P Semoga tumbuh jadi anak saleh, pintar, dan bermanfaat bagi banyak orang."

By On Sabtu, April 04, 2026







Foto : Rizky M. P

Banten, xbintangindo.com --

Di hari ulang Saya sebagi orang tua Rizki/boy Aminah  berterima kasih sudah datang di acara ulang tahun putra saya yang Ke 10  tahun, kehadiranmu yang membawa tawa. Selamat ulang tahun, kebanggaan kami!"


"Anakku, kamu adalah jawaban atas doa kami. Semoga masa depanmu secerah senyumanmu. 









"Semoga setiap langkahmu ke depan selalu dalam lindungan Tuhan. Tumbuhlah jadi anak yang kuat, bijaksana, dan berhati lembut. 


"Barakallah fii umrik, anakku! Semoga Allah senantiasa memberkahi umurmu, memberikan kesehatan, dan memudahkan segala urusanmu."


"Yaumul Milad! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan selalu taat kepada Allah SWT."


"Selamat milad, jagoan! Semoga Allah SWT melimpahkan rezeki, kebahagiaan, dan menjagamu dari segala mara bahaya." 


"Selamat ya...buat riski/boy semoga  panjang umur sehat dan jadi anak yang nurut kepada ke orang tua dan bibinya dan selalu bisa berkumpul selalu semua keluarga lanjut kita baca doa.. Dan kumpul keluarga makan bareng bersama keluarga H Tamel mengucapkan selamat ya aa Riski/boy kakek hanya bisa mendoakan semoga cita cita boy nanti besar terlaksana..pesan kakek.  Jadi anak yang. Berbakti kepada nusa dan bangsa belajar lah ya boy semangat ucap kakek nya boy H.Tamel 


Dan om selamat milad yang sayang semoga sehat selalu rajin belajarnya sayang.biar pun boy udah ga punya bapak boy harus semangat ucap vino.

 *DPP BIAS Soroti Tragedi Sopir Terlindas Tronton di PT Harindra Sukses Bersama, Akan Laporkan ke Disnaker*

By On Sabtu, April 04, 2026

Kabupaten Tangerang — Insiden tragis yang menelan korban jiwa kembali terjadi di lingkungan kerja. Seorang sopir asal Lebak, Rangkasbitung, bernama Ibrohim (25), meninggal dunia setelah terlindas kendaraan tronton di area gudang PT Harindra Sukses Bersama yang berlokasi di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (03/04/2026).


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut bermula saat korban diduga tengah beristirahat dengan posisi berada di kolong kendaraan milik rekannya yang akan melakukan aktivitas bongkar muat. Tanpa mengetahui keberadaan korban di bawah kendaraan, sopir tersebut kemudian menjalankan mobilnya setelah mendapat instruksi untuk maju dari pihak perusahaan.


Pergerakan kendaraan yang tidak disadari tersebut berujung fatal, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban sempat dilarikan ke RSU Balaraja untuk keperluan medis lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. Penanganan kejadian turut didampingi oleh pihak kepolisian dari Polsek Cisoka serta pengurus angkutan setempat.


Menanggapi peristiwa tersebut, Eky Amartin selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Badan Independent Anti Suap Indonesia (DPP BIAS Indonesia) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus menyoroti aspek keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.


Eky menegaskan bahwa kejadian ini patut menjadi perhatian serius, khususnya terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan.


"Peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai musibah semata. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pengawasan kerja di perusahaan, khususnya terkait penerapan K3. Pertanyaannya, apakah prosedur keselamatan sudah dijalankan secara optimal atau justru terjadi kelalaian yang berpotensi merugikan nyawa pekerja," tegasnya.


Lebih lanjut, Eky juga menyoroti peran dan fungsi pengawasan dari instansi terkait, dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja.


"Kami akan mengadukan kejadian ini kepada Dinas Tenaga Kerja untuk memastikan apakah pengawasan terhadap perusahaan telah berjalan sebagaimana mestinya. Negara melalui Disnaker memiliki tanggung jawab untuk menjamin bahwa setiap perusahaan menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat dan konsisten," lanjutnya.


DPP BIAS Indonesia menilai bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh, tidak hanya bagi perusahaan yang bersangkutan, tetapi juga bagi seluruh pelaku usaha yang bergerak di sektor serupa.


Eky menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan mengenai tanggung jawab serta langkah konkret yang diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Halal Bihalal dan Pengajian, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Insan Pendidikan di Kecamatan Jawilan

By On Sabtu, April 04, 2026







Jawilan, xbintangindo.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang (Lingkungan Kecamatan Jawilan) menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Pengajian yang berlangsung di Gedung PGRI Cabang Jawilan, Sabtu (04/04/2026) mulai pukul 08.00 WIB.






Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Sekolah, Guru, serta Tenaga Kependidikan jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP se-Kecamatan Jawilan. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat kebersamaan antar insan pendidikan.


Kegiatan ini diinisiasi oleh PGRI Cabang Jawilan sebagai bentuk komitmen organisasi profesi dalam membangun kebersamaan dan memperkuat sinergi antar tenaga pendidik di wilayah Kecamatan Jawilan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Abidin Nasyar, M.MPd., yang mewakili Kepala Dinas. Hadir pula Wakil Ketua MUI Kecamatan Jawilan, Ki Murtadho, Ketua MUI Desa Jawilan Ustaz Ali, serta Ketua PGRI Cabang Jawilan, Sugiarto, S.Pd.,M.M. beserta jajaran pengurus.


Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua K3S Kecamatan Jawilan, Muhaemin, M.Pd., Pengawas SD Kecamatan Jawilan, Asmuni, S.Pd. dan Hj. Dewi Lestari, serta Penilik PAUD Dikmas, Yusi, S.Pd. dan Edi, S.Pd.


Dalam sambutannya, Abidin Nasyar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengajian dan Halal Bihalal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari budaya lama yang baik dan perlu terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas di kalangan insan pendidikan.


Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa informasi kedinasan kepada peserta. Di antaranya terkait kendala dalam pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta upaya-upaya solusi yang tengah dilakukan untuk mempercepat proses pencairan tersebut.


Lebih lanjut, Abidin Nasyar juga menekankan pentingnya kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi proses akreditasi sekolah. Ia mengingatkan agar seluruh sekolah dapat mempersiapkan dokumen, administrasi, serta kualitas pembelajaran secara optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.


Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Jawilan, Sugiarto, S.Pd.,M.M., menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen pendidikan di Kecamatan Jawilan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, atas kehadiran dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini serta dalam mendukung berbagai kebijakan pendidikan.


Lebih lanjut, Sekretaris PGRI Cabang Jawilan, Elmi Hanjar Bait, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 180 anggota PGRI Cabang Jawilan serta sekitar 30 undangan yang turut hadir.


Dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan, kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan yang memberikan penguatan spiritual kepada seluruh peserta. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan integritas tenaga pendidik.


Kegiatan Halal Bihalal dan Pengajian ini diharapkan mampu memperkuat ukhuwah islamiyah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kecamatan Jawilan.


Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

*M.ripai/afeng

Tekan Inflasi, Polres dan Disperindag Cilegon Terus Pastikan Harga Bapokting Tetap Stabil setelah lebaran Idul Fitri

By On Jumat, April 03, 2026








Cilegon – Satgas Pangan Kepolisian Resor (Polres) Cilegon  bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar baru keranggot Kota Cilegon terus melakukan pemantauan harga dan stok Bapokting di sejumlah titik wilayah setempat. 


Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah serta memastikan harga bapokting tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) serta stok tersedia.


Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi,  jl.pasar kranggot kota cilegon, jumat (03/04/2026) pagi.


Pemantauan rutin ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bapokting tetap aman di pasar tradisional.


Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP YOGA TAMA S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., mengatakan “Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok bapokting aman setelah lebaran yang dilakukan setiap hari,” ujarnya. 


Dari hasil pemantauan di (Toko Asep, pemilik penanggung jawab : Sdr. Zaenal, di pasar keanggot kota cilegon.


1. Nama Produsen/ Distributor/ Toko Besar/ Pedagang Pengececer/ Ritek Modern Toko Asep.

2. Nama Pemilik/ Penanggung Jawab  Sdr. Zaenal

3. Nomor HP -

4. Alamat jl. pasar kranggot kota cilegon

5. Jenis Usaha ( Pedagang ecer ) 

6. Nomor Izin usaha  ( - ) 


1. Minyak kita

- Harga jual di lapangan Rp. 15.700/ Kg.

2. Telor ayam

- Harga jual di lapangan Rp.31.000,-


Yoga Tama menegaskan, Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan stabilitas harga dan stok bapokting di pasar tradisional maupun ritel modern tetap setabil disetiap harinya.


“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” katanya.

Acep Eman Kades Cikande Kecamatan Jayanti Tutup Usia, Pokja Wartawan Jayanti MengUcapkan Turut Berduka cita

By On Jumat, April 03, 2026

Kabupaten Tangerang || Kepala Desa Cikande Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang tutup usia di hari Jum'at 03 April 2026.


Kepergian sosok Almarhum (Acep Eman) sebagai orang nomor satu di Desa Cikande Kecamatan Jayanti, tentu meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga, sahabat juga kolega serta warganya.


Sejak menjabat sebagai Kades, sikap sederhana dan disiplin selalu diterapkan pada bawahannya.


Contoh kecil yang sering diterapkan adalah datang tepat waktu di pagi hari kala bertugas ke desa, dan jalan kaki dari rumah ke kantor desa walau sebenarnya punya kendaraan. Serta selalu siaga di desa demi melayani masyarakat.


Hal-hal yang demikian jarang terjadi untuk Kades yang lain, berbeda dengan Acep Eman (Alm). Sejak hidupnya beliau selalu memberikan dedikasi yang baik untuk orang-orang yang dianggap sudah seperti saudara.


Sikap tegas selalu diterapkan pada setiap tugasnya, agar menjadi sebuah tuntunan dan pembelajaran pada bawahannya.


Do'a terucap dari Kelompok Kerja (Pokja) Jayanti. Yang tergabung di Media, LSM, Ormas, dan OPD se -Kecamatan Jayanti.


Semoga Almarhum Acep Eman pulangnya membawa Iman & Islam, di ampuni dosanya semasa hidupnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian yang pedih ini. Amiin...

Selamat jalan semoga bahagia dan tenang di alam kubur.

Inefisiensi Digital dan Dugaan Mark Up Anggaran Diskominfo Pemprov Banten, disorot Mahasiswa Banten

By On Rabu, April 01, 2026








Banten, xbintangindo.com ---

Sebagai mahasiswa, kami memandang situasi ini sebagai lebih dari sekadar masalah teknis terkait pengelolaan IP Address, tetapi juga sebagai gambaran lemahnya perencanaan, pengawasan, dan akuntabilitas dalam manajemen digital di tingkat pemerintahan daerah. (Haikal Maulana , Koordinator Isu Kebijakan Publik)


Dari 512 IP Address yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Banten, hanya 142 yang aktif dimanfaatkan. Ini berarti sekitar 370 IP Address tampak tidak digunakan secara maksimal. Kondisi ini mencerminkan adanya ketidakefisiensian dalam perencanaan kebutuhan infrastruktur digital. Pertanyaannya, apakah dari awal kebutuhan tersebut sudah dihitung dengan analisis yang tepat, atau malah ada pemborosan dana yang disengaja?


Lebih lanjut, situasi ini menghadirkan risiko keamanan yang cukup serius. IP Address yang dikelola dengan kurang baik dapat memberikan celah untuk penyalahgunaan, baik itu untuk aktivitas ilegal, pembobolan, ataupun kebocoran data. Dalam konteks transformasi digital pemerintahan, ini merupakan ancaman nyata yang patut diperhatikan, Ucap Haikal.


Dengan anggaran mencapai 2,28 miliar rupiah, publik berhak mempertanyakan aspek transparansi dan rasionalitas dalam penggunaan dana tersebut. Ketika hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan jumlah uang yang digelontorkan, dugaan mark up anggaran menjadi sesuatu yang boleh dicurigai. Apakah semua penggunaan anggaran sudah proporsional? Atau ada praktik harga yang dinaikkan dalam pengadaan layanan IP Address ini?


Kami berpendapat, diperlukan audit yang menyeluruh dan terbuka kepada publik baik dari inspektorat daerah maupun lembaga independen. Di samping itu, jika ada indikasi penyimpangan, aparat penegak hukum harus ikut serta. Jangan sampai digitalisasi yang seharusnya menjadi simbol kemajuan malah berubah menjadi lahan bagi korupsi yang tidak terlihat.


Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil akan terus mengawasi isu ini. Pemerintah daerah tidak boleh mengabaikan hal ini. Efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas harus dijadikan sebagai prinsip utama dalam setiap kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan dana masyarakat.


Maka dari itu kami menunutut beberapa hal.

1. Mendesak agar dilakukan audit independen untuk penggunaan anggaran sebesar 2,28 miliar, termasuk dalam proses pengadaan, distribusi, dan pemanfaatan IP Address.

2. Meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki potensi penggelembungan anggaran dalam pengadaan layanan IP Address.

3. Mendesak Pemprov Banten untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan dan pelaksanaan kebijakan digital.

4. Menuntut agar pemerintah segera mengoptimalkan 370 IP Address yang tidak terpakai atau menyesuaikan kebutuhan agar sesuai dengan kenyataan.

5. Mendesak pemerintah untuk membuka data penggunaan aset digital kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi.


6. Mendorong pemerintah untuk melibatkan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat sipil dalam perencanaan kebijakan digital agar lebih efektif dan tepat sasaran.


Dengan ini kami dari Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia mendesak kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk segera atasi dugaan mark up anggaran di Diskominfo Pemprov Banten. , apabila tidak ada tindak lanjut kami akan melakukan aksi demonstrasi dengan jumlah ratusan masa agar aspiriasi kita dapat di dengar dan diterima. Tutup Haikal Maulana

Usai Pernikahan Alek Boy London akan Berangkat ke Pulau Dewata Bali untuk Bulan Madu

By On Rabu, April 01, 2026









Foto : ijab kobul Alex Boy London 

Serangxbintangindo.com --

Saya pimpinan redaksi media online xbintangindo.com mengucapkan selamat menempuh hidup baru. Sahabatku Alex Boy London dengan kekasih pujaannya Cahaya semoga Sakinah mawadah warahmah...🤲






Hari pertama pernikahan menjadi momen penuh kebahagiaan bagi Pimpinan Redaksi Serangpost.com, Alek Boy London. Selain dikenal sebagai pimpinan redaksi, Alek juga menjabat sebagai Ketua Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI).


Dalam ungkapan rasa syukurnya, Alek menyampaikan kebahagiaan atas pernikahannya dengan sang istri tercinta, Cahya. Ia mengaku sangat bersyukur atas perjalanan hidup baru yang kini mereka jalani sebagai pasangan suami istri.


Alek berharap pernikahannya dapat membawa keberkahan, keharmonisan, serta menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan jurnalis yang telah memberikan doa serta dukungan.


Sebagai bagian dari momen kebahagiaan tersebut, Alek dan Cahya berencana menghabiskan waktu bulan madu di Pulau Bali. Mereka memilih Bali sebagai destinasi untuk berlibur sekaligus menikmati kebersamaan selama satu minggu setelah resmi menjadi pasangan suami istri.


“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Mohon doa dari semuanya agar rumah tangga kami selalu diberkahi dan diberikan kebahagiaan,” ujar Alek.


Liburan ke Pulau Bali dipilih karena keindahan alam dan suasananya yang romantis, sehingga diharapkan menjadi momen istimewa bagi Alek dan Cahya dalam memulai kehidupan rumah tangga mereka.

Redaksi

Petualangan Literasi dan Budaya: SDN Kareogenggong Laksanakan Kunjungan Edukasi Literasi, Budaya, dan Siaga Bencana

By On Rabu, April 01, 2026





Rangkasbitung, 1 April 2026 — SDN Kareogenggong melaksanakan kegiatan bertajuk “Petualangan Literasi dan Budaya Lokal” sebagai bentuk pembelajaran kontekstual di luar kelas yang mengintegrasikan literasi, budaya, serta pendidikan kesiapsiagaan bencana. Kegiatan ini diikuti oleh murid kelas VI dengan penuh antusias dan semangat belajar yang tinggi.

Menariknya, kegiatan ini merupakan inisiatif mandiri para murid. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang, disepakati, dan dilaksanakan secara gotong royong oleh murid, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Pembiayaan kegiatan pun bersumber dari dana pribadi murid yang berasal dari THR (persenan Lebaran), yang kemudian dikelola secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan perjalanan.

Murid secara aktif terlibat dalam pengumpulan dana, pembayaran ongkos transportasi, pembelian tiket masuk ke lokasi kunjungan, hingga pengaturan akomodasi konsumsi. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran nyata dalam hal tanggung jawab, kemandirian, serta pengelolaan keuangan sederhana.


Adapun guru dalam kegiatan ini berperan sebagai fasilitator, khususnya dalam aspek administratif, seperti pengurusan perizinan serta penyampaian surat permohonan kepada instansi yang menjadi tujuan kunjungan. Pendampingan kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari wali murid yang turut serta mengawal jalannya kegiatan.

Sinergi antara murid, guru, dan wali murid ini mencerminkan implementasi nyata konsep Tri Pusat Pendidikan yang berjalan dengan baik di SDN Kareogenggong, khususnya di kelas VI.


Adapun rangkaian lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan ini meliputi:


1. Perpustakaan Saidjah Adinda

Murid melakukan kegiatan literasi baca serta menonton film edukasi untuk meningkatkan minat baca dan wawasan.


2. Museum Multatuli

Murid mempelajari sejarah dan budaya lokal yang sarat dengan nilai-nilai perjuangan dan kemanusiaan.


3. Dinas Pemadam Kebakaran dan Satuan Polisi Pamong Kabupaten Lebak

Murid mendapatkan edukasi kesiapsiagaan bencana serta praktik dasar penanggulangan kebakaran.


4. Alun-alun Rangkasbitung

Kegiatan kebersamaan dan rekreasi dilakukan sebagai sarana membangun keakraban dan refleksi.


5. Kolam Renang Allisha Tirtaloka

Kegiatan ditutup dengan rekreasi air yang memberikan pengalaman menyenangkan bagi seluruh peserta.


Kepala SDN Kareogenggong, Usep Rifaudin, S.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini selama memberikan nilai positif bagi murid dan direncanakan dengan baik. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan di luar sekolah. 


“Selama kegiatan ini bernilai positif dan dirancang dengan matang, terutama dalam menjamin keselamatan murid, kami sangat mendukung penuh pelaksanaannya,” ujarnya.


Guru kelas VI, Elmi Hanjar Bait, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa murid mampu menjadi subjek utama dalam pembelajaran. 


“Kami hanya memfasilitasi dari sisi administratif. Selebihnya, murid menunjukkan kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang luar biasa,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan murid tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk karakter, kepedulian sosial, serta kesiapan menghadapi tantangan kehidupan nyata.


Dengan mengusung semangat “Mari Belajar dengan Menyenangkan!”, SDN Kareogenggong terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid.

*"M.Ripai/afeng.

Prof. Abdul Latif: PERADI PROFESIONAL Dorong Reformasi PPA dan Pengawas Advokat Independen

By On Rabu, April 01, 2026








JAKARTA - Gagasan transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile kembali mengemuka. Kali ini disampaikan Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI PROFESIONAL) Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.Hum, yang menilai bahwa martabat profesi advokat hanya bisa dipulihkan melalui pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir: kurikulum Pendidikan Profesi Advokat (PPA) dan sistem pengawasan etik yang independen.


Pandangan Prof. Latif ini sejalan dengan pernyataan Pendiri PERADI PROFESIONAL, Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.Hum, yang juga diamini oleh Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.


Menurut Prof. Latif, menghadapi era globalisasi dan kompleksitas hukum modern, transformasi paradigma advokat tidak bisa hanya menyentuh satu sisi. Harus ada pendekatan simbiotik antara hulu (pendidikan) dan hilir (pengawasan). Karena itu, kurikulum PPA dan pembentukan Dewan Pengawas Advokat Independen harus dikonstruksikan secara serius untuk menjawab tantangan zaman.


Sistem magang klinis yang ketat juga menjadi perhatian. Calon advokat harus dibimbing oleh mentor yang memiliki rekam jejak integritas yang bersih, dan proses magang diawasi secara substantif.


Di sisi hilir, Prof. Latif menilai pembentukan Dewan Pengawas Advokat Independen sebagai solusi paling mendesak di tengah kondisi organisasi advokat yang terfragmentasi (multi-bar). Dewan ini dapat menjadi pengawas lintas organisasi sehingga tidak ada lagi advokat bermasalah yang berpindah organisasi untuk menghindari sanksi etik.


Dewan tersebut, menurutnya, sebaiknya diisi kombinasi advokat senior, akademisi hukum dan tokoh masyarakat guna menjaga obyektivitas dan mencegah budaya melindungi korps secara berlebihan. Bahkan, dewan ini dapat berfungsi memberikan verifikasi etik sebelum tindakan pro-justitia terhadap advokat, sebagai bentuk perlindungan profesi dari potensi kriminalisasi.


Prof. Latif menegaskan bahwa kedudukan advokat sebagai penegak hukum telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, khususnya Pasal 5 ayat (1) yang menyatakan advokat sebagai penegak hukum yang bebas dan mandiri. Kedudukan ini mensejajarkan advokat dengan polisi, jaksa, dan hakim, namun dengan karakter independensi di luar struktur kekuasaan negara.


Namun dalam praktik, transformasi menuju officium nobile menghadapi tantangan kompleks. Fragmentasi organisasi memicu standar ganda dalam rekrutmen, ujian, dan penegakan kode etik. Seorang advokat yang dijatuhi sanksi oleh satu organisasi dapat dengan mudah berpindah ke organisasi lain, sehingga sanksi etik kehilangan kewibawaannya.


Tekanan industri jasa hukum yang kompetitif juga mendorong komersialisasi, menggeser kewajiban pro bono dan nilai kemanusiaan dalam pembelaan hukum. Di sisi lain, batasan hak imunitas advokat sebagaimana diatur dalam Pasal 16 UU Advokat kerap menimbulkan tafsir abu-abu antara tindakan profesi dengan itikad baik dan dugaan perintangan penyidikan.


Menurut Prof. Latif, akar persoalan degradasi martabat profesi adalah kurangnya internalisasi filsafat hukum dan etika sejak pendidikan. Dampaknya, citra advokat di mata publik kerap tereduksi menjadi “makelar kasus”. Lemahnya sistem pengawasan terpadu antar penegak hukum semakin menyulitkan advokat menjaga independensi di hadapan kekuasaan.


Karena itu, ia menegaskan bahwa transformasi paradigma advokat sebagai officium nobile bukan hanya wacana normatif, tetapi kebutuhan filosofis dan sosiologis dalam sistem hukum Indonesia saat ini. Kurikulum pendidikan menjadi solusi jangka panjang untuk melahirkan generasi advokat yang bermoral dan profesional, sementara Dewan Pengawas Advokat Independen menjadi solusi mendesak untuk memperkuat penegakan etik dan perlindungan profesi.


Ia mengkritisi bahwa PPA tidak boleh lagi sekadar menjadi “kursus kilat” untuk lulus ujian. Kurikulum harus bertransformasi dengan fokus pada internalisasi filsafat hukum dan etika profesi melalui studi kasus dilema etik nyata di lapangan. Etika tidak boleh hanya dihafal sebagai pasal, tetapi dipahami sebagai jiwa profesi.


Selain itu, kurikulum wajib memuat literasi teknologi dan globalisasi, termasuk hukum siber, transaksi lintas batas, dan kecerdasan buatan. Advokat masa depan, menurutnya, harus mampu bersaing secara internasional tanpa kehilangan integritas moral. Kemahiran mediasi dan restorative justice juga harus diperkuat, agar advokat tidak lagi bermental “tukang berkelahi di pengadilan”, melainkan menjadi penyelesai masalah yang bermartabat.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *