Berita Terbaru

Ketua Pokja Wartawan Jayanti Beri Ucapan Selamat atas Terpilihnya Ahmad Masyhudi Sebagai Ketua LPTQ Kecamatan Jayanti

By On Sabtu, Oktober 31, 2026

Kab.Tangetang,  – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Jayanti menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Ahmad Masyhudi sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Jayanti untuk periode 2026–2029. Sabtu (31/10).


Ahmad Masyhudi resmi terpilih menggantikan Ust. Abdul Muiz., SH yang telah menyelesaikan masa baktinya pada periode 2023–2026.


Mulyani Ketua Pokja Wartawan Jayanti menyatakan dukungan penuh atas amanah baru yang diemban oleh Ahmad Masyhudi. Diharapkan kepengurusan yang baru ini dapat membawa LPTQ Kecamatan Jayanti semakin maju dalam menyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an serta melahirkan generasi qari dan qariah yang berprestasi.


"Kami atas nama keluarga besar Pokja Wartawan Jayanti mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Ahmad Masyhudi. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan syiar Islam di wilayah Kecamatan Jayanti," ujarnya.


Selain memberikan ucapan selamat kepada ketua terpilih, Pokja Wartawan Jayanti juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ust. Abdul Muiz., SH atas segala dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata yang telah diberikan selama memimpin LPTQ Kecamatan Jayanti pada periode sebelumnya.

Penulis : Sekretariat Pokja Gabungan Jayanti

Nekat Abis! Pengolahan Emas Ilegal "Bos Atok" Mejeng di Pinggir Jalan Cibeber, Aparat Setempat Masuk Angin?

By On Sabtu, Oktober 31, 2026







Kab. Lebak, xbintangindo.com-- 

Praktik pengolahan hasil tambang emas ilegal atau yang akrab disebut gulundung kembali mencoreng penegakan hukum di Kabupaten Lebak. Aktivitas ilegal yang diduga milik seorang pengusaha berinisial "Bos Atok" ini terpantau berjalan mulus tanpa hambatan, seolah kebal hukum dan tidak tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.







Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, lokasi pengolahan emas tersebut tergolong sangat nekat. Pasalnya, fasilitas gulundung itu beroperasi tepat di area pemukiman warga, yakni di belakang rumah pemiliknya sendiri, yang beralamat di Kampung Neglasari, Desa Neglasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.


Keberadaan aktivitas tambang ilegal ini memicu tanda tanya besar sekaligus geram dari berbagai kalangan. Lokasi pengolahan yang berada di pinggir jalan dan sangat mencolok mata membuat publik menduga ada pembiaran terstruktur dari pihak berwenang.


Bagaimana mungkin sebuah aktivitas yang diduga melanggar hukum dan kasat mata bisa beroperasi dengan lancar jaya tanpa ada tindakan tegas dari APH setempat? Kondisi ini memunculkan spekulasi miring di publik bahwa ada "mata yang ditutup" atau pembiaran terhadap praktik gelap tersebut.


Selain menabrak aturan hukum yang berlaku, keberadaan tempat pengolahan emas ini menyimpan ancaman ekologis dan kesehatan yang sangat serius bagi warga sekitar.


Perusakan Alam Eksploitasi dan pengolahan tanpa izin dikhawatirkan memicu degradasi lingkungan, erosi, hingga pencemaran daerah aliran sungai di wilayah Cibeber.


Penggunaan Bahan Berbahaya (B3) Proses pengolahan emas tradisional umumnya menggunakan zat kimia berbahaya seperti merkuri (raksa) atau sianida untuk memisahkan emas dari batuan. 


Penggunaan obat-obatan keras ini jika dibuang sembarangan akan meracuni tanah, sumber air bersih, dan mengancam keselamatan jiwa warga dalam jangka panjang.


Menanggapi situasi yang kian meresahkan ini, publik  mendesak agar pihak berwenang  baik jajaran kepolisian daerah, Dinas Lingkungan Hidup, maupun instansi terkait tidak tinggal diam.


Evaluasi menyeluruh dan penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu harus segera dilakukan terhadap operasional tambang emas ilegal "Bos Atok" di Neglasari. Jika aparat terus bersikap pasif, dikhawatirkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Kabupaten Lebak akan semakin runtuh.

Hari Ke-6 ( Enam ) Operasi Patuh Maung  2026 Polres Serang, Masih Ditemukan Pengendara Yang  Melanggar Aturan Lalu Lintas

By On Sabtu, Oktober 31, 2026







Kab, Serang xbintangindo.com

Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026, Polres Serang masih menemukan sejumlah pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang belum mematuhi peraturan dan kelengkapan berlalu lintas.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Simpang Depan Kawasan Industri Modern, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 56 personel dengan penanggung jawab Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si.


Sebelum pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu dilaksanakan apel yang dipimpin oleh Ipda Guntur Wahyudi, S.H., selaku Kasub Satgas Deteksi.


Dalam arahannya disampaikan bahwa Operasi Patuh Maung Tahun 2026 merupakan operasi terpusat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara humanis. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Serang.


Dalam pelaksanaannya, personel memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang ditemukan tidak mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026.


Petugas turut melaksanakan pemasangan spanduk atau banner Operasi Patuh Maung 2026 serta membagikan brosur dan stiker kepada masyarakat dan para pengguna jalan di sekitar depan Kawasan Industri Modern, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.


Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap budaya tertib berlalu lintas, personel juga memberikan cokelat kepada pengendara yang telah melengkapi persyaratan dan perlengkapan berkendara.


Meskipun berbagai upaya edukasi dan sosialisasi telah dilakukan, pada pelaksanaan hari keenam ini masih ditemukan pengendara yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara. Hal tersebut menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.


Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin, mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, menggunakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, serta melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Serang mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, bukan semata-mata karena takut terhadap penindakan petugas.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari keenam berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.

Kapolsek Petir Bersama Anggotanya dan Tim Gabungan Evakuasi Warga Tercebur Sumur

By On Sabtu, Oktober 31, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com

Dipimpin oleh Kapolsek Petir AKP Priyanto, Personel Polsek Petir bersama petugas Basarnas Provinsi Banten dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang, melakukan evakuasi terhadap seorang warga yang tercebur ke dalam sumur di Kampung Darul Mawar, RT 013/RW 001, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (30/10/2026).


Kapolsek Petir AKP Priyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban merupakan seorang laki-laki bernama Sunjaya, berusia 36 tahun warga setempat.


AKP Priyanto menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga. Sekitar pukul 13.00 WIB, warga yang melihat korban di samping sumur masjid. Diduga ceburkan diri warga langsung berusaha menolong, namun nahas jiwanya tak tertolong.


Mengetahui kejadian tersebut, warga kemudian menghubungi petugas untuk meminta pertolongan. Personel Polsek Petir dipimpin Kapolsek Petir langsung datang dan mengamankan lokasi kejadian. Disusul Basarnas Provinsi Banten dan Damkar kabupaten serang datang ke lokasi dan melakukan proses evakuasi.


“Sekitar pukul 15.00 WIB korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia. Korban lalu di bawa ke rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian,” ujar AKP Priyanto.


Kapolsek Petir AKP Priyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur maupun tempat-tempat yang berpotensi membahayakan di lingkungan rumah guna mencegah kejadian serupa.

EKSPLOITASI BAR-BAR DI LEBAK: Tambang Emas Ilegal Blok Moyan Diduga Ancam Sumber Air, APH Kok Tutup Mata?

By On Sabtu, Oktober 31, 2026







Kab. Lebak , xbintangindo.com --

Praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) atau yang lazim disebut "lubang emas" di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, kian meresahkan. Bukan sekadar mengeruk perut bumi secara ilegal, aktivitas merusak ini diduga kuat telah mencaplok kawasan aliran sungai dan sumber mata air bersih.


Berdasarkan investigasi lapangan yang dihimpun di Kampung Ciladu, aktivitas ilegal tersebut terlihat beroperasi di Blok Moyan tanpa mengindahkan aturan lingkungan sedikit pun. Material galian berupa batu dan tanah sisa penambangan tampak jelas menumpuk dan menyumbat jalur aliran air, yang berpotensi memicu bencana ekologis serta krisis air bersih bagi masyarakat sekitar.


Lebih mencengangkan lagi, dari informasi yang dihimpun awak media di lapangan, lubang tambang emas ilegal tersebut disinyalir kuat dikendalikan oleh seorang pemodal "Baceh" yang disebut-sebut warga berasal dari Kampung Ciawi.


Demi meraup keuntungan pribadi, sang bos diduga nekat mengeksploitasi alam secara serampangan, tanpa memikirkan dampak jangka panjang berupa kerusakan ekosistem dan keselamatan warga di hilir sungai.


Yang membuat publik kian geram adalah sikap Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Aktivitas ilegal yang sudah beroperasi cukup lama dan bukan lagi rahasia umum ini justru terkesan dibiarkan begitu saja.


Isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa seolah ada "udang di balik batu" di balik langkahnya tindakan tegas dari aparat. Publik mulai bertanya-tanya, apakah hukum di Lebak tumpul ke atas dan tajam ke bawah ketika berhadapan dengan pemodal tambang ilegal?


Melihat ancaman nyata terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan publik, berbagai pihak mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Gakkum (Penegakan Hukum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk tidak tinggal diam.


Evaluasi menyeluruh dan tindakan hukum yang tegas harus segera dijatuhkan kepada oknum bos emas maupun pihak-pihak yang diduga sengaja melindungi praktik perusakan alam demi kepentingan pribadi.


Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait, termasuk terduga pemilik tambang Baceh serta APH setempat, masih dalam upaya konfirmasi untuk mendapatkan hak jawab dan klarifikasi berimbang.

Polsek Cikupa Ungkap Kasus Penganiayaan Berat, Terduga Pelaku Ditangkap 8 Jam Usai Kejadian*

By On Jumat, Oktober 30, 2026






Unit Reskrim Polsek Cikupa Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial AN (39) di dalam sebuah bus di Pelabuhan Merak, Kamis (29/10/2026). AN ditangkap karena diduga terlibat kasus penganiayaan berat yang terjadi di sebuah bengkel dinamo di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. 


"Terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari delapan jam setelah kejadian," kata Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, Jumat (30/10/2026). 


Syamsul kemudian menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Kata dia, korban dari aksi AN adalah seorang pria berinisial NY (27), warga Perumahan PWS, Tigaraksa. Korban dan terduga pelaku merupakan rekan kerja di bengkel tersebut. 


"Pada hari kejadian, terduga pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan diduga kimia atau diduga air keras ke kepala korban yang sedang duduk," beber Syamsul. 


Korban yang terkejut sempat berusaha melakukan perlawanan, namun terduga pelaku berhasil menghindar. Korban kemudian berusaha menjauh, lalu terduga pelaku mengambil batangan pipa besi yang ada di bengkel dan memukul korban di bagian dada dan punggung.


"Setelah itu korban berlari menjauh dengan kondisi tubuh kemerahan akibat siraman diduga air keras," ujar Syamsul. 


Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara terduga pelaku melarikan diri. 


Kepolisian yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dan dalam waktu singkat, terduga pelaku berhasil diamankan diduga saat hendak kabur ke wilayah Sumatra. 


Kanit Reskrim Polsek Cikupa Ipda Syaiful Rusdiansyah menerangkan, terduga pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut lantaran dendam. Terduga pelaku mengaku kesal karena sering diejek korban dengan sebutan "Si Cepu". Namun polisi masih terus menggali keterangan guna memastikan kebenaran motif tersebut. 


"Untuk cairan yang disiramkan, pengakuan terduga pelaku mengaku membeli di daerah Palembang seharga Rp20 ribu," ucap Syaiful. 


Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu botol bekas cairan diduga kimia atau diduga air keras, batangan pipa besi, pakaian, dan plastik hitam. 


Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 467 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Viral, Bantuan Pangan dari Pemerintah Beras Bulog isi 10Kg Ternyata Setelah di Timbang kurang 2 Kg

By On Jumat, Oktober 30, 2026

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Bantuan pangan dari pemerintah pusat berupa beras Bulog yang bertuliskan pada kemasannya isi 10 Kg ternyata ketika di timbang oleh masyarakat penerima manfaat hanya 8 Kg.


Viralnya beras Bulog isi kurang 2 Kg tersebut di unggah oleh seorang perempuan Ela warga Desa Tegal Maja kecamatan Kragilan kabupaten Serang Banten.

Ela saat dikonfirmasi wartawan xbintangindo.com melalui via aplikasi WhatsApps terkait isi beras Bulog yang kurang 2 kg dirinya menjawab, Hehehe... informasi nya dari Facebook (FB) .


" Namun tetap informasi dari media sosial pun harus di telusuri dimana titik penyaluran beras Bulog tersebut, hal tersebut jelas telah merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat, ini pelaku nya konyol dan Tega, bantuan pangan saja sampai di kuntil l." Ujar Panji Abdillah SE selaku ketua umum LSM Bintang Indonesia.


Sampai berita ini disiarkan lokasi dimana penyaluran beras Bulog tersebut belum diketahui.

Red Xbi//.*



Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026 Polres Serang, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

By On Jumat, Oktober 30, 2026



Kab, Serang xbintangindo.com

Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang terus meningkatkan upaya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Serang.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari kelima dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Simpang Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel yang dipimpin oleh IPDA Sigit Prayogi, S.H., selaku Kasatgas Gakkum Operasi Patuh Maung 2026.


Dalam arahannya, IPDA Sigit Prayogi menyampaikan bahwa Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara humanis. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.


Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa mengedepankan prinsip Senyum, Sapa, Salam (3S) dalam pelaksanaan tugas, menghindari sikap arogan, menjaga nama baik institusi Polri, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan berkendara dan kelengkapan administrasi maupun perlengkapan kendaraan. Petugas juga melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan serta memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang ditemukan melakukan pelanggaran.

Selain itu, personel melaksanakan sosialisasi Operasi Patuh Maung 2026 melalui pemasangan spanduk atau banner, pembagian brosur, serta pemberian stiker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Simpang Gorda, Kecamatan Kibin.


Sebagai bentuk apresiasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat, petugas juga memberikan hadiah berupa helm kepada pengendara yang telah memenuhi kelengkapan berkendara serta cokelat kepada anak-anak yang turut berada di lokasi kegiatan.


Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 hari kelima tersebut, petugas masih menemukan sejumlah pengendara yang belum menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara serta kendaraan yang mengangkut muatan melebihi ketentuan. Terhadap pelanggaran tersebut, petugas memberikan imbauan dan teguran agar masyarakat lebih disiplin serta mematuhi peraturan lalu lintas.


Operasi Patuh Maung 2026 merupakan bagian dari upaya Polri secara nasional dalam meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat berlalu lintas, guna mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.


Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Polres Serang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi peraturan, menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk keselamatan, serta memastikan kendaraan tidak melebihi kapasitas muatan.


Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.

Peredaran Obat Keras golongan G diduga Pelaku jual di toko dekat Kantor Polsek Kali Deres Polres Jakarta Barat

By On Jumat, Oktober 30, 2026











Jakarta, xbintangindo.com --

Walaupun instruksi keras Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Suyudi Aryo Seto setiap Polsek, polres Polda dapat memberantas peredaran narkotika psikotropika dan menangkap bandar-bandarnya, namun masih saja ada pelaku yang dengan leluasa menjual, mengedarkan narkotika psikotropika obat keras golongan G jenis Tramadol dan Exsimer dan lain sebagainya. Sabtu, 30/10/26.


Seperti yang terlihat di dekat toko/warung kecil yang menjual makanan ringan di wilayah jalan peta Selatan RT. 07/11 Jakarta Barat, toko tersebut berlokasi tidak jauh dari kantor kepolisian resort (Polsek) Kali Deres Polres Jakarta Barat.


Pembeli yang didominasi para kawula muda mereka membeli dengan sistem COD di dekat sekitar lokasi toko/warung tersebut.


" Setiap hari itu warung kopi itu jual Tramadol dan Exsimer, tapi melayani nya gak di dalam warung, melainkan diluar masih dekat warung tersebut, ya... Yang memberikan obat nya penjaga warung itu, kemungkinan obat nya di taruh di luar, " kata warga sekitar.


Ketua umum LSM Bintang Indonesia Panji Abdillah SE angkat bicara berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindak mengamankan pelaku yang mengedarkan obat keras golongan G Tramadol dan Exsimer tersebut.


Menurut Panji Abdillah SE obat tersebut tidak boleh di jual beli kan secara bebas harus dengan resep dokter di jual nya pun harus di apotek - apotek dan yang memberikan obat nya seorang lulusan bidang apoteker, jangan ini mah dijual bebas begitu, hancur regenerasi kami jika hal tersebut dibiarkan bergerak lah polisi kuh,...!! Selamatkan regenerasi ku....

Red xbi*

 *Polresta Tangerang Bongkar Tiga Lokasi Produksi Narkotika Sintetis*

By On Kamis, Oktober 29, 2026







Satresnarkoba Polresta Tangerang membongkar jaringan produksi dan peredaran narkotika sintetis yang beroperasi di tiga lokasi berbeda, yakni di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Lengkong, Kota Tangerang Selatan, dan di Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pengungkapan tiga kasus tersebut saling berkaitan yang dilakukan dalam rentang September hingga Oktober 2026. 


"Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti lebih dari 2 kilogram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis dengan nilai diperkirakan mencapai Rp400 juta," kata Indra Waspada saat konferensi pers, Kamis (29/10/2026). 


Dia menerangkan, dmhasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan mengungkap keterhubungan para tersangka dalam jaringan yang diduga memproduksi sekaligus mengedarkan narkotika sintetis.


Dia melanjutkan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Satresnarkoba. Hal tersebut terungkap setelah petugas menerima informasi mengenai peredaran tembakau sintetis di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.


"Pengungkapan ini berawal dari informasi peredaran tembakau sintetis di wilayah Cikupa, Balaraja, Cisoka, dan sekitarnya," ujarnya. 


Indra Waspada menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut petugas menemukan keterkaitan antarkasus hingga mengarah pada jaringan yang lebih luas. 


Indra Waspada kemudian menerangkan kronologis pengungkapan tersebut. Kata dia, kasus pertama diungkap pada Selasa, (1/9/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.


Tempat tersebut diduga digunakan sebagai lokasi produksi cairan sintetis dan tembakau sintetis. Polisi mengamankan tersangka berinisial OKA beserta barang bukti berupa 754 gram tembakau sintetis dan 37 mililiter cairan sintetis.


"Petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, di antaranya gelas ukur, mixer, dan cairan alkohol 96 persen," ungkapnya. 


Selanjutnya, kata Indra Waspada, petugas melakukan pengembangan melalui analisis data teknologi informasi dan elektronik (ITE). Serta metode controlled delivery. Hasilnya, polisi mengungkap kasus kedua di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kemudian pada Senin, (14/9/2026), sekitar pukul 14.30 WIB, petugas menangkap dua tersangka berinisial AL dan MH. 


"Dari lokasi tersebut, petugas kami menyita 10,53 gram tembakau sintetis, 101 mililiter cairan sintetis, serta gelas ukur dan mixer," beber Indra Waspada. 


Pengembangan kembali dilakukan hingga mengarah pada kasus ketiga di wilayah Lengkong. Pada Selasa, (27/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat produksi narkotika sintetis.


Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial AS, VA, dan SH. Barang bukti yang disita meliputi 534,1 gram tembakau sintetis, 35 mililiter cairan sintetis, gelas ukur, mixer, alkohol 76 persen, semprotan, dan timbangan.


Indra Waspada menegaskan, pengungkapan berantai ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika, termasuk dengan menelusuri hubungan antara pelaku dan lokasi yang digunakan.


Dari pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 2.053,63 gram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis. Pengungkapan tersebut juga berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 11.000 orang.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ncaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

PASTI RESMI DEKLARASI, SIAP JADI WADAH PERSATUAN AKTIVIS SERANG TIMUR

By On Kamis, Oktober 29, 2026







SERANG — Persatuan Aktivis Serang Timur (PASTI) resmi mendeklarasikan keberadaannya pada Rabu malam, 28 Oktober 2026, bertempat di Saung Teratai, Desa Cikande Permai, Kabupaten Serang, Banten.


Kegiatan deklarasi tersebut menjadi momentum penting bagi terbentuknya wadah persatuan para aktivis di wilayah Serang Timur yang berkomitmen memperkuat solidaritas, menjaga kekompakan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Acara deklarasi PASTI turut dihadiri oleh Kanit Intel Polres Serang, bersama jajaran pengurus dan anggota PASTI. Kehadiran unsur kepolisian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan aparat penegak hukum.


Dalam deklarasinya, PASTI menegaskan komitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.


PASTI juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah, TNI, dan POLRI dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Serang Timur.


Selain itu, PASTI berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat. Organisasi ini juga menekankan pentingnya menjaga etika, nama baik organisasi, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan setiap persoalan.


Melalui deklarasi tersebut, PASTI diharapkan mampu menjadi wadah yang mempererat hubungan ant aktivis, membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, serta menghadirkan gerakan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.


PASTI: Bersatu dalam Solidaritas, Bergerak untuk Masyarakat.


Deklarasi yang berlangsung di Saung Teratai, Desa Cikande Permai, ini menjadi langkah awal bagi PASTI untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat persaudaraan.


Dengan terbentuknya PASTI, seluruh jajaran pengurus dan anggota diharapkan dapat menjaga soliditas organisasi serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif.

Ungkap Kasus Narkoba, Polresta Serang Kota Sita 8,8 Kg Sabu Senilai Rp 8,8 Miliar

By On Kamis, Oktober 29, 2026

Polresta Serang Kota ungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu. 

SERANG, Xbintangindo.Com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Serang Kota berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan total barang bukti mencapai kurang lebih 8,8 kilogram. 

Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan secara intensif oleh Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota hingga ke wilayah Jakarta Selatan dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol. Yudha Satria, S.H., dalam konferensi pers, Selasa, 27 Oktober 2026. 

Kapolresta Serang Kota menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula pada Rabu, 04 Maret 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, petugas mengamankan seorang pria berinisial RH di sebuah rumah, di Kampung Pasar Padarincang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. 

Dari hasil penggeledahan terhadap RH, petugas menemukan barang bukti berupa 14 bungkus plastik klip bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 3,23 gram. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, RH mengaku memperoleh narkotika jenis sabu tersebut dari seorang pria berinisial MA (29), yang saat itu berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Menindaklanjuti keterangan tersebut, Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota yang dipimpin Iptu Arif Budianto melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri jaringan peredaran narkotika tersebut. 

Pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 00.15 WIB, petugas melakukan penindakan di area parkir Apartemen Pancoran Riverside, Jalan Pengadegan Timur Raya No.1, Jakarta Selatan. 

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan tiga plastik klip bening berisi sabu dengan berat bruto 2,06 gram. Dua paket ditemukan di dalam lipatan celana, sedangkan satu paket lainnya ditemukan di atas lemari. Selain itu, petugas juga menemukan lima cartridge etomidate di dalam lemari pakaian. 

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut, diketahui bahwa MA diduga akan mengambil sejumlah narkotika jenis sabu di wilayah Sukabumi. 

Pengembangan ke Sukabumi, Petugas Amankan Sabu Lebih dari 8 Kg

Pengembangan penyelidikan kembali dilakukan pada Sabtu, 24 Oktober 2026. 

Dalam kegiatan tersebut, petugas menangkap dua pria berinisial YS (53) dan HF (31) di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Jalan Raya Cibolang, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, saat keduanya diduga hendak mengirimkan narkotika jenis sabu. 

Dari hasil penggeledahan terhadap YS, petugas menemukan tiga plastik bening berukuran besar yang berisi plastik berwarna kuning dengan logo durian. 

Seluruh paket tersebut berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto kurang lebih 3.188,3 gram atau sekitar 3,18 kilogram. 

Barang bukti tersebut disimpan di dalam tas goodie bag berwarna hijau yang dibawa oleh YS. 

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan HF yang berlokasi di Kampung Mangkalaya, Kabupaten Sukabumi. 

Dari lokasi tersebut, ditemukan lima plastik bening berukuran besar berisi paket sabu dalam plastik berwarna kuning serta satu plastik berwarna kuning berlogo durian yang juga berisi sabu. 

Total berat bruto barang bukti yang ditemukan di kontrakan HF mencapai kurang lebih 5.650,7 gram atau sekitar 5,65 kilogram. 

Dengan demikian, total barang bukti sabu yang ditemukan dari kedua lokasi di Sukabumi tersebut mencapai kurang lebih 8.839 gram atau sekitar 8,8 kilogram. 

Kasat Narkoba: 8,8 Kg Sabu Setara Rp 8,8 Miliar, Selamatkan 45 Ribu Jiwa

Kasat Resnarkoba Polresta Serang Kota, Kompol Vhalio Agafe menambahkan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan ketekunan personel Unit II Satresnarkoba dalam mengembangkan penyelidikan hingga berhasil mengungkap peredaran sabu dalam jumlah besar. 

“Kerja keras Unit II Satresnarkoba Polresta Serang Kota membuahkan hasil dengan berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 8,8 kilogram. Jika dikalkulasikan, barang bukti tersebut memiliki nilai sekitar Rp 8,8 miliar dan diperkirakan dapat menyelamatkan kurang lebih 45 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” ujar Kompol Vhalio Agafe. 

Ia menegaskan bahwa pengungkapan ini bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, melainkan juga bukti nyata komitmen Polri dalam memerangi peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan masa depan generasi bangsa. 

Menurutnya, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat. 

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), sebagaimana disampaikan dalam keterangan pengungkapan kasus. 

Para tersangka terancam pidana berat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. 

Polresta Serang Kota menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui penyelidikan, penindakan, serta pengembangan jaringan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. 

Narkoba Musuh Bersama!

Mari bersama-sama memerangi narkoba dan jangan memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika di lingkungan kita. 

Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba. 

Karena setiap langkah melawan narkoba adalah langkah menyelamatkan masa depan bangsa. (*/red)

Awali Tugas dengan Merangkul Insan Pers, Kapolres Serang Perkuat Komunikasi dan Kemitraan

By On Kamis, Oktober 29, 2026

Kapolres Serang, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi saat kegiatan silaturahmi bersama Insan Pers, di Aula Ngariung Iman Ngariung Aman, Mapolres Serang, Selasa sore, 27 Oktober 2026. 

SERANG, Xbintangindo.Com – Kapolres Serang, AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi menggelar kegiatan silaturahmi bersama Insan Pers, di Aula Ngariung Iman Ngariung Aman, Mapolres Serang, Selasa sore, 27 Oktober 2026. 

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 120 peserta dari berbagai organisasi dan kelompok media, di antaranya IMM Polres Serang, Forum Jurnalis Serang Raya (FJSR), Perkumpulan Wartawan Serang Timur (Perwast), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), media mainstream, serta sejumlah wartawan independen. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Serang dan para Pejabat Utama Polres Serang. 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Serang, AKBP Bobby Danuardi menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan momentum untuk memperkenalkan diri sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Kepolisian dan Insan Pers. 

"Sebagai Kapolres Serang yang baru, saya ingin membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan seluruh rekan-rekan media. Kami menyadari bahwa Insan Pers memiliki peran penting sebagai mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujar AKBP Bobby Danuardi. 

Kapolres menegaskan bahwa hubungan antara Kepolisian dan Media harus dibangun atas dasar keterbukaan, kepercayaan, serta semangat saling mendukung dalam menjalankan tugas masing-masing. 

"Kami berharap sinergitas yang selama ini telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Rekan-rekan media merupakan mitra penting bagi kami, baik dalam menyampaikan informasi kegiatan Kepolisian maupun memberikan masukan dan kritik yang membangun demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya. 

Lebih lanjut, AKBP Bobby Danuardi menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Serang. 

"Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, kami berharap setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat memberikan edukasi, menciptakan suasana yang sejuk, serta mendukung terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," jelasnya. 

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap komunikasi dan koordinasi dengan seluruh insan pers sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi serta pelayanan publik. 

"Kami ingin hubungan ini tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga menjadi hubungan silaturahmi yang erat. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Serang yang aman dan kondusif melalui peran dan tanggung jawab kita masing-masing," tambahnya. 

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Acara dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara jajaran Polres Serang dengan Insan Pers, kemudian ditutup dengan makan bersama. (*/red)

PDI-P Pecat Bupati Klaten Hamenang Usai Jadi Tersangka KPK

By On Kamis, Oktober 29, 2026

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo (kiri) berjalan menggunakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.  

JAKARTA, Xbintangindo.Com - PDI Perjuangan (PDI-P) memastikan telah memecat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dari keanggotaan partai setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun mengatakan, pihaknya telah memproses pemecatan Hamenang sejak awal pekan ini. 

"Bukan akan, kita sudah proses kemarin, hari Senin kemarin untuk dipecat. Untuk urusan korupsi, pasti kita pecat. Itu perintah ketua umum begitu, karena kita sudah ingatkan terus," ujar Komarudin kepada wartawan di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Menurut Komarudin, partainya tidak menoleransi kader yang terlibat tindak pidana korupsi. 

Hal tersebut, kata dia, sesuai dengan instruksi Ketua Umum (Ketum) PDI-P, Megawati Soekarnoputri. 

Dia mengatakan, DPP PDI-P telah berulang kali memberikan peringatan kepada para pejabat publik dari partainya, termasuk Hamenang, sebelum yang bersangkutan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. 

"Termasuk (Bupati) Klaten itu juga berapa bulan lalu kan dipanggil, kita sudah ingatkan ini ada teropong-teropong menuju ke sana sini, hati-hati," kata Komarudin. 

Dengan terbitnya surat keputusan DPP tersebut, Komarudin memastikan Hamenang tidak lagi berstatus sebagai kader PDI-P. 

"Jadi namanya korupsi pasti kita pecat," tegasnya. 

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan Hamenang Wajar Ismoyo sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi setelah melakukan operasi tangkap tangan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis, 15 Oktober 2026. 

Selain Hamenang, KPK menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah dan Muhammad Amin Wahyu Utomo, pihak swasta dari PT Madani Winasis Creative (MWC). 

Dalam kasus itu, Hamenang disangkakan menerima suap, upah pungut, serta penerimaan lain yang dikategorikan sebagai gratifikasi. 

Dia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 12 huruf e, Pasal 12 huruf f, dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. 

Selain itu, Hamenang juga disangkakan melanggar Pasal 606 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto Pasal VII angka 49 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, serta ketentuan terkait lainnya dalam KUHP.  

Sementara itu, Muhammad Amin Wahyu Utomo, yang disangkakan sebagai pemberi, diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b UU Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. 

Dia juga disangkakan melanggar Pasal 605 ayat (1) huruf a atau huruf b dan Pasal 606 ayat (1) KUHP sebagaimana disesuaikan melalui UU Nomor 1 Tahun 2026. (*/red)

KPK Respons Usul Luhut agar Kerugian Negara Tak Masuk Korupsi

By On Kamis, Oktober 29, 2026

Ketua KPK, Setyo Budiyanto. 

JAKARTA, Xbintangindo.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan bahwa pihaknya tidak menyetujui unsur kerugian negara dihilangkan dari definisi tindak pidana korupsi. 

Hal tersebut disampaikan Ketua KPK, Setyo Budiyanto menanggapi usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan terkait agar kerugian negara bukan bagian dari definisi korupsi. 

"Kajian KPK, tidak setuju unsur kerugian negara dihilangkan total,” ujar Setyo kepada wartawan, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Menurutnya, kerugian negara dalam UNCAC dan Pasal 2 dan Pasal 3 dalam Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) memiliki tafsir yang berbeda. 

Setyo menegaskan, kasus korupsi terkait kerugian negara di Indonesia menjadi perhatian khusus karena memiliki modus-modus tersendiri. 

“Memang persyaratan kerugian Negara di UNCAC beda tafsir dengan Pasal 2 dan 3, tapi harus diperhatikan juga bahwa kekhususan di Indonesia harus jadi pertimbangan terutama modus yang selama ini sering terjadi,” tuturnya. 

Jika harus mengacu pada UNCAC, kata Setyo, akan lebih ideal mengubah UU Tipikor untuk memperluas pemberantasan korupsi terkait praktik suap sektor swasta dan illicit enrichment. 

“Jika acuannya UNCAC, lebih ideal jika mengubah UU Tipikor untuk mengkriminalisasi foreign bribery, trading in influence, suap sektor swasta dan illicit enrichment,” kata dia. 

Diketahui sebelumnya, Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan ke Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kerugian negara bukan bagian dari definisi korupsi. 

Hal ini merupakan kajian DEN yang merujuk pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) atau Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Melawan Korupsi yang diratifikasi Indonesia lewat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006. 

"Ya itu kami mengacu kepada UN Charter mengenai definisi korupsi, di mana definisi korupsi di UN Charter yang sudah diratifikasi oleh Indonesia 20 tahun yang lalu adalah bribery, penyuapan. Jadi tidak bicara mengenai kerugian negara," ujar Luhut di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. 

"Tadi Presiden juga setuju dengan kajian yang dibuat oleh tim dari Dewan Ekonomi Nasional mengenai definisi korupsi. Karena itu penting untuk supaya masalah penanganan korupsi di Indonesia itu berstandar internasional," imbuhya. 

Selama ini, kata Luhut, Indonesia menjadi negara yang menerapkan kerugian negara sebagai korupsi. 

"Karena Indonesia satu-satunya negara yang menerapkan masalah kerugian negara dan ini memang memberatkan kepada seperti Danantara untuk membuat bisnis yang tentu setiap bisnis apa pun pasti ada risikonya," ujarnya. 

Luhut juga melaporkan sejumlah data ke Presiden RI. 

"Kami tadi terakhir saya lapor Presiden, kami akan men-feeding Presiden dengan data-data yang akurat sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data. Karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat," ujarnya. 

Oleh karenanya, kata dia, DEN juga mengaku akan lebih intensif memberikan data-data kepada Presiden Prabowo. 

"Dengan begitu dalam keadaan global ekonomi dunia ini sekarang, Presiden ter-upgrade dengan data-data yang apa yang update betul," pungkasnya. (*/red)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *