Berita Terbaru

Angga Boler Nahkodai Carateker Karang Taruna Kecamatan Kragilan

By On Senin, November 02, 2026

Serang, - Karang Taruna Kabupaten Serang telah menunjuk Angga Apria Siswanto atau yang dikenal dengan Angga Boler menjadi ketua pengurus sementara (Carateker) Karang Taruna Kecamatan Kragilan. 


Penunjukan dan pengangkatan Angga Boler sebagai Ketua pengurus sementara (Carateker) Karang Taruna Kecamatan Kragilan tertuang dalam SK Nomor : 01.17/SK/KT-KAB.SRG/X/2026. Tentang Penunjukan Pengurus Sementara (Carateker) Karang Taruna Kecamatan Kragilan. 


Bukan hanya Angga Boler yang ditunjuk dan diangkat sebagai ketua pengurus sementara (Carateker) Karang Taruna Kecamatan Kragilan, Lukmanul Hakim diangkat dan ditunjuk sebagai Sekretaris,dan Opih Sopiallah Muhajir diangkat menjadi Bendahara. 


Menurut DR. H. Bahrul Ulum, S.AG., M.AP Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang melalui Ari Cahyadi Ketua Harian Karang Taruna Kabupaten Serang mengatakan, penunjukan caretaker Karang Taruna di tingkat kecamatan merupakan langkah konstitusional organisasi untuk memastikan roda-roda kelembagaan tetap berjalan, menyusul hasil Rakerda Karang Taruna Kabupaten Serang tahun 2026, ujar Ari Cahyadi, Minggu (01/11/2026). 


"Langkah ini diambil sebagai bentuk konsolidasi internal dan penguatan struktur kelembagaan, terutama bagi kepengurusan kecamatan yang masa baktinya telah habis atau mengalami kevakuman."pungkas Ari. 


Masih menurut Ari, Karang Taruna Kabupaten Serang pada Akhir tahun 2026  ini telah menunjuk Carataker di 10 kecamatan yakni, Kecamatan Kragilan, Kecamatan Pontang, Kecamatan Carenang, Kecamatan Gunungsari, Kecamatan Lebakwangi, Kecamatan Cikande, Kecamatan Tunjung Teja, Kecamatan Anyer, dan Kecamatan Cinangka. 


"Semoga dengan penunjukan carateker di 10 Kecamatan ini, roda organisasi Karang Taruna baik di Kabupaten Serang maupun di masing-masing Kecamatan dapat berjalan dengan baik," tutup Ari Cahyadi.

Penjaga Toko Mengaku Ada Setoran Arisan untuk Oknum Anggota, Pengawasan Polsek Kalideres Dipertanyakan

By On Senin, November 02, 2026







JAKARTA – Dugaan peredaran obat keras daftar G tanpa izin edar di wilayah hukum Polsek Kalideres kembali menjadi sorotan. Seorang penjaga toko di kawasan Jalan Alas Tua Raya, Kalideres mengaku berani berjualan karena pemilik toko disebut menyetorkan uang arisan untuk oknum anggota kepolisian.


Pengakuan tersebut disampaikan penjaga toko kepada wartawan Senin (2/11/2026). Ia menyebut tempatnya bekerja merupakan toko milik seseorang yang dipanggil Bang Amar dan Bang Mujib.


"Ini toko Bang Amar dan Bang Mujib. Saya berani berjualan karena bos ada setor arisan untuk anggota, Bang. Kalau saya hanya pekerja di sini," ungkapnya.


Saat ditanya mengenai nominal dan mekanisme pembayaran, penjaga toko mengaku tidak mengetahui secara pasti. Menurutnya, urusan tersebut menjadi tanggung jawab pemilik toko.


"Kalau soal berapa bayar arisan saya enggak paham, Bang. Itu urusan bos langsung yang setor," jelasnya.


Pengakuan tersebut memunculkan dugaan adanya pembayaran rutin yang dikaitkan dengan oknum anggota kepolisian. Namun, pihak yang disebut menerima uang maupun kebenaran dugaan setoran tersebut belum terverifikasi dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut dari Propam Polri.


Di sisi lain, masih ditemukannya dugaan aktivitas penjualan obat keras tanpa izin edar memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan aparat. Kinerja Polsek Kalideres pun menjadi sorotan, terutama dalam menindaklanjuti informasi dan memantau lokasi yang dicurigai menjadi tempat peredaran obat keras.


Praktisi hukum Adi SH, menilai dugaan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius. Ia meminta pimpinan Kepolisian memastikan tidak ada anggota yang menyalahgunakan kewenangan.


Pengakuan penjaga toko juga perlu diuji melalui pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya. Langkah tersebut penting untuk memastikan apakah benar terdapat anggota aktif yang menerima pembayaran sebagaimana disebutkan dalam keterangan pekerja.


Redaksi akan meminta klarifikasi Kapolsek Kalideres, Kapolres Metro Jakarta Barat, serta Bidang Propam Polda Metro Jaya terkait dugaan setoran tersebut dan langkah pengawasan terhadap peredaran obat keras di wilayah Kalideres.


Redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak yang tersebut dalam pemberitaan ini, sesuai dengan undang undang pers. (Tim)

 *Aseeqa FC Rebut Juara Open Turnamen Karang Taruna Desa Cileles Usai Taklukkan Sukaku FC Lewat Drama Adu Finalti 5-3*

By On Minggu, November 01, 2026




Kab. Tangerang, xbintangindo.com --

Perhelatan akbar Open Turnamen Sepak Bola dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna Desa Cileles resmi tuntas dengan gemilang.


Laga puncak yang mempertemukan dua kesebelasan tangguh, Aseeqa FC asal Cisoka di bawah naungan Bos Deden dan Bos Ohan melawan Sukaku FC asal Jambe di bawah pimpinan Bos H. Juki, menyuguhkan tontonan sarat gengsi dan sportivitas tinggi di Lapangan Cilame, tepat di belakang Kantor Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (01/10/2026).


Pertandingan pamungkas yang disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata warga ini berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh taktik.


Kendati jual-beli serangan terus dilancarkan sepanjang dua babak normal, kokohnya lini pertahanan kedua tim membuat papan skor tetap bertahan di angka 0:0.


Penentuan juara pun terpaksa dilanjutkan melalui drama adu penalti yang mendebarkan.


Ketegangan mencapai puncaknya di titik putih. Mental baja para algojo Aseeqa FC akhirnya mengantar tim asal Cisoka tersebut keluar sebagai Juara Pertama usai mengungguli Sukaku FC dengan keunggulan dramatis 5:3.


Kemeriahan dan kesuksesan turnamen ini mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, tidak hanya dari segi kualitas kompetisi, tetapi juga atas suksesnya soliditas pemuda dalam merajut kebersamaan warga.


Kepala Desa Cileles, Amanta, yang hadir langsung di tengah-tengah ribuan penonton untuk menyaksikan jalannya laga final, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas suksesnya penyelenggaraan turnamen olahraga tingkat regional tersebut.


"Atas nama Pemerintah Desa Cileles, kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Karang Taruna dan seluruh panitia yang telah sukses mengawal turnamen ini dari awal hingga babak final," ujar Amanta dengan penuh Antusias., 


"Ajang ini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan wujud nyata penguatan silaturahmi antarwilayah, antara Cisoka, Jambe, dan Tigaraksa. Semoga turnamen ini melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola potensial yang kelak mengharumkan nama daerah kita," tambahnya. 


Senada dengan Kepala Desa, Ketua Karang Taruna Desa Cileles sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Mr. Jaya alias Jayong mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas dukungan luar biasa dari seluruh elemen masyarakat, unsur TNI-Polri (Babinsa dan Binamas), para sponsor, serta manajer tim yang telah menjunjung tinggi sportivitas.


"Kami dari pengurus Karang Taruna Desa Cileles mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Kades Amanta, para tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta seluruh penonton yang hadir menjaga keamanan dan ketertiban," terangnya. 


Keberhasilan acara ini adalah bukti nyata kekuatan gotong royong pemuda. Selamat kepada Aseeqa FC atas gelar juaranya, dan apresiasi luar biasa kepada Sukaku FC yang telah menyuguhkan pertandingan final yang sangat luar biasa," pungkas Mr. Jaya alias Jayong.


Antusiasme penonton yang memadati sisi lapangan Cilame membuktikan bahwa sepak bola tetap menjadi magnet pemersatu yang ampuh bagi masyarakat.


Kehadiran jajaran aparatur desa, tokoh masyarakat, serta pengamanan ketat dari unsur Babinsa dan Binamas Desa Cileles turut memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif.


Dengan berakhirnya turnamen ini, Karang Taruna Desa Cileles berharap kegiatan positif semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, menjadi wadah penyaluran bakat generasi muda, sekaligus mempererat tali persaudaraan lintas wilayah di Kabupaten Tangerang.

(SAEFUL)

Tak Hanya Bertugas sebagai Anggota Polri, Aditya Tampomas J, S.H., M.H. Kembangkan Usaha Kuliner Seblak di Kota Serang

By On Minggu, November 01, 2026





SERANG, BANTEN – Menjalankan tugas sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tidak menghalangi Aditya Tampomas J, S.H., M.H. untuk mengembangkan kreativitas di bidang kewirausahaan. Di tengah aktivitas profesinya sebagai anggota Polri aktif,  Aditya Tampomas J, S.H., M.H. juga menekuni usaha kuliner di Kota Serang, Banten.







Usaha kuliner yang dikembangkannya menghadirkan beragam pilihan makanan, salah satunya seblak yang dikenal dengan cita rasa khas dan menjadi salah satu kuliner favorit berbagai kalangan masyarakat.


Selain seblak, usaha tersebut juga menyediakan sejumlah menu kuliner lainnya sebagai upaya memberikan pilihan makanan yang beragam bagi para pelanggan.


 Aditya Tampomas J, S.H., M.H. mengatakan bahwa ketertarikannya mengembangkan usaha kuliner berangkat dari keinginan untuk memanfaatkan peluang bisnis sekaligus mengembangkan kreativitas di luar aktivitas profesinya.


“Melalui usaha kuliner ini, saya ingin mengembangkan kreativitas dan menghadirkan pilihan makanan yang bisa dinikmati berbagai kalangan. Kami berusaha memberikan pelayanan serta kualitas makanan yang baik agar pelanggan merasa puas,” ungkap Aditya.


Menurutnya, dunia kuliner memiliki peluang yang cukup luas untuk dikembangkan. Selain membutuhkan kreativitas dalam menghadirkan menu, usaha kuliner juga harus mengutamakan kualitas rasa, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan.


Kehadiran usaha kuliner yang dirintis Aditya Tampomas J, S.H., M.H. di Kota Serang diharapkan dapat ikut meramaikan sektor usaha makanan sekaligus menjadi bagian dari perkembangan ekonomi masyarakat.


Kisah Aditya menjadi gambaran bahwa semangat kreativitas dan produktivitas dapat tumbuh melalui berbagai bidang kegiatan, termasuk dunia kewirausahaan, dengan tetap memperhatikan tanggung jawab dan ketentuan yang melekat pada profesi sebagai anggota Polri.


Mengabdi dalam tugas, berkarya melalui usaha, dan terus produktif dalam mengembangkan potensi diri.

Red xbi//.*

 *Proyek U-Ditch di Depan Kantor Desa Cempaka Cisoka Jadi Sorotan, Tak Ada Papan Informasi Proyek, K3 Diduga Diabaikan*

By On Minggu, November 01, 2026






TANGERANG, – Proyek pembangunan saluran drainase menggunakan material U-Ditch di depan kantor Desa Cempaka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Banten, Minggu (1/10/2026). menuai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, di lokasi pekerjaan tidak terlihat adanya papan informasi proyek (PIP) yang di atur Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Pentingnya UU KIP yaitu Setiap warga negara dijamin haknya untuk memperoleh informasi publik dengan cepat dan tepat.


Selain itu penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi sorotan lantaran para pekerja diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja seperti Sepatu Boot dan Helm pada saat awak media realitanews.co.id datang ke lokasi pekerjaan sebelumnya para pekerja mengabaikan K3 saat awak media mempertanyakan para pekerja langsung menggunakan rompi akan tetapi sepatu boot dan helm tidak digunakan hal tersebut menjadi tanda tanya ??


Warga mempertanyakan transparansi pelaksanaan pembangunan yang seharusnya dapat diketahui secara terbuka, mulai dari sumber anggaran, nilai kontrak, nama pelaksana kegiatan hingga jangka waktu pengerjaan, semua itu seolah-olah diabaikan dan semua bungkam baik dari dinas pengawasan, Konsultan,  pemerintah sekitar seperti Desa Cempaka.


Ironisnya, di sekitar lokasi pekerjaan justru papan reklame Alfamart yang lebih mentereng ketimbang papan informasi proyek yang semestinya memberikan keterangan kepada publik akan tetapi tidak terlihat dengan kasat mata oleh masyarakat.


Selain persoalan transparansi, masyarakat juga menyoroti aspek keselamatan pekerja. Penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti helm keselamatan, rompi kerja, sepatu keselamatan, dan perlengkapan lainnya, merupakan bagian penting dalam penerapan K3 di lokasi konstruksi.


"Sebagai masyarakat, kami ingin tahu proyek ini menggunakan anggaran dari mana, berapa nilai anggarannya, dan siapa pelaksananya. Selain itu, keselamatan para pekerja juga harus diperhatikan. Jangan sampai pembangunan berjalan tetapi aspek K3 diabaikan," ungkap (CP)  salah seorang warga sekitar.



" Proyek dikerjakan selama kurang lebih 4 hari, berharap pihak berwenang dapat menindak tegas dan mengatur proyek tersebut agar lebih baik," Tambahnya.


Masyarakat berharap instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan pekerjaan, termasuk memastikan kesesuaian spesifikasi teknis, transparansi anggaran, serta penerapan standar keselamatan kerja.


Pemasangan papan informasi proyek dan penerapan K3 bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan.


Lanjut awak media mengkonfirmasikan salah satu pekerja proyek Mukti alias Gaber 


" Ukuran lebar atau diameter U Dith sekitar 50 cm, ditambah ketebalan sekitar 13 cm, sehingga total keseluruhan lebar/diameter luar mencapai 63 cm.


Ukuran Bak Kontrol lebar sekitar 1 meter sampai 1 meter 20 cm, proyek ini milik H Kiwi dari keronjo saya kalo pekerja dari Merak untuk Safety ada di Pos Satpam gak di pake," ujarnya.

Hari Ke-7 Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang Bagikan Cokelat kepada Pengendara Tertib Berlalu Lintas

By On Minggu, November 01, 2026




Kab, Serang xbintangindo.com

Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, Polres Serang terus melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Maung Tahun 2026. Memasuki hari ke-7, Minggu (1/11/2026), personel Polres Serang menggelar kegiatan operasi di Jalan Raya Serang–Petir, tepatnya di Kampung Kebon Sawo, Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.


Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan 56 personel, dengan penanggung jawab Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si. Apel pelaksanaan operasi dipimpin oleh IPDA Fachriaji Almumtaza, S.Tr.I.K., CPHR., selaku Kasatgas Preventif.


Dalam pelaksanaan operasi kali ini, terdapat hal menarik yang dilakukan oleh personel Polres Serang. Selain melaksanakan penertiban, petugas juga memberikan apresiasi kepada para pengendara yang telah mematuhi aturan lalu lintas dan melengkapi perlengkapan kendaraannya.


Sebagai bentuk penghargaan dan pendekatan humanis kepada masyarakat, petugas membagikan cokelat atau makanan ringan kepada para pengemudi yang tertib berlalu lintas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara.


Di sisi lain, petugas juga tetap melaksanakan penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran, seperti tidak menggunakan helm standar maupun pelanggaran lalu lintas lainnya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan kelengkapan berkendara.


Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 hari ke-7 ini, petugas masih menemukan sejumlah pengendara yang belum mematuhi aturan lalu lintas, baik terkait penggunaan perlengkapan keselamatan maupun pelanggaran lainnya.


Polres Serang mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jalan, agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm standar SNI bagi pengendara sepeda motor, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.


Melalui Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.


Kegiatan operasi berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.

Dugaan Kurang Berkualitas, Pekerjaan Fase 2 Saluran Sekunder Cijeruk Dikritisi Warga

By On Minggu, November 01, 2026






 



SERANG — Pekerjaan Fase 2 pemeliharaan saluran sekunder di kawasan Cijeruk, yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3), menuai kritikan dari warga. Kegiatan tertuang dalam surat nomor SA0205/B/Bbws3/2026 bertanggal 23 Juni 2026.

 

Muhimin, warga Desa Jeruk Tipis, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, menyoroti berbagai aspek mulai dari tenaga kerja, cara kerja, hingga kualitas fisik bangunan.

 






"




Pekerjaan pelapis pasangan batu (lining existing) dengan volume sekitar 56 m³ sepanjang 140 meter, dikerjakan hanya oleh 5 orang. Jika begini, pekerjaan ini butuh waktu sangat lama hingga selesai," ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

 

Berdasarkan dokumen teknis, saluran direncanakan memiliki lebar dasar 1,14 meter, lebar atas 2,64 meter, tinggi dinding 1,10 meter tinggi pondasi 0,30 meter dan derajat kemiringan, Setelah mencermati gambar struktur dan membandingkannya dengan pelaksanaan di lapangan, Muhimin menilai capaian kwualitas belum terpenuhi.

 

"Kalau mengacu pada gambar struktur dan dibandingkan dengan yang dikerjakan sekarang, jauh dari kata kwualitas " jelasnya.

 

Ia juga menilai pola kerja kurang efektif. Pembentukan badan saluran dan pembersihan sisa tanah serta endapan lumpur dikerjakan sepenuhnya secara manual. Belum lagi lokasi pekerjaan sering tergenang air, padahal pekerjaan pondasi sedang berlangsung.

 

Di lokasi kegiatan, saat dikonfirmasi mengenai batas waktu penyelesaian dan pola kerja, juru pengawas Saluran Sekunder Cijeruk mengaku belum mengetahui secara rinci, meskipun telah dibekali gambar pekerjaan.

 

Sementara itu, salah satu tenaga kerja di lokasi membenarkan jumlah pekerja dan panjang penanganan yang sedang berjalan.

 

"Saat ini yang bekerja memang 5 orang: 2 tukang dan 3 pembantu. Panjang yang akan dikerjakan 115 meter," ungkapnya

 

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak BBWS Cidanau Ciujung Cidurian terkait kritikan dan temuan warga tersebut. Warga berharap pihak terkait segera meninjau kembali agar pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi yang direncanakan.(Kurniawan/Edi).

Ketua Pokja Wartawan Jayanti Beri Ucapan Selamat atas Terpilihnya Ahmad Masyhudi Sebagai Ketua LPTQ Kecamatan Jayanti

By On Sabtu, Oktober 31, 2026

Kab.Tangetang,  – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Jayanti menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Ahmad Masyhudi sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kecamatan Jayanti untuk periode 2026–2029. Sabtu (31/10).


Ahmad Masyhudi resmi terpilih menggantikan Ust. Abdul Muiz., SH yang telah menyelesaikan masa baktinya pada periode 2023–2026.


Mulyani Ketua Pokja Wartawan Jayanti menyatakan dukungan penuh atas amanah baru yang diemban oleh Ahmad Masyhudi. Diharapkan kepengurusan yang baru ini dapat membawa LPTQ Kecamatan Jayanti semakin maju dalam menyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an serta melahirkan generasi qari dan qariah yang berprestasi.


"Kami atas nama keluarga besar Pokja Wartawan Jayanti mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Ahmad Masyhudi. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, serta mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan syiar Islam di wilayah Kecamatan Jayanti," ujarnya.


Selain memberikan ucapan selamat kepada ketua terpilih, Pokja Wartawan Jayanti juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ust. Abdul Muiz., SH atas segala dedikasi, pengabdian, dan kontribusi nyata yang telah diberikan selama memimpin LPTQ Kecamatan Jayanti pada periode sebelumnya.

Penulis : Sekretariat Pokja Gabungan Jayanti

Hari Ke-6 ( Enam ) Operasi Patuh Maung  2026 Polres Serang, Masih Ditemukan Pengendara Yang  Melanggar Aturan Lalu Lintas

By On Sabtu, Oktober 31, 2026







Kab, Serang xbintangindo.com

Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026, Polres Serang masih menemukan sejumlah pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang belum mematuhi peraturan dan kelengkapan berlalu lintas.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Simpang Depan Kawasan Industri Modern, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 56 personel dengan penanggung jawab Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si.


Sebelum pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu dilaksanakan apel yang dipimpin oleh Ipda Guntur Wahyudi, S.H., selaku Kasub Satgas Deteksi.


Dalam arahannya disampaikan bahwa Operasi Patuh Maung Tahun 2026 merupakan operasi terpusat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara humanis. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya di wilayah hukum Polres Serang.


Dalam pelaksanaannya, personel memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil yang ditemukan tidak mematuhi aturan lalu lintas. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pelaksanaan Operasi Patuh Maung Tahun 2026.


Petugas turut melaksanakan pemasangan spanduk atau banner Operasi Patuh Maung 2026 serta membagikan brosur dan stiker kepada masyarakat dan para pengguna jalan di sekitar depan Kawasan Industri Modern, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.


Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap budaya tertib berlalu lintas, personel juga memberikan cokelat kepada pengendara yang telah melengkapi persyaratan dan perlengkapan berkendara.


Meskipun berbagai upaya edukasi dan sosialisasi telah dilakukan, pada pelaksanaan hari keenam ini masih ditemukan pengendara yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara. Hal tersebut menjadi perhatian bersama agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan saat berada di jalan raya.


Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si., melalui kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 mengajak seluruh masyarakat untuk lebih disiplin, mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, menggunakan sabuk keselamatan bagi pengemudi mobil, serta melengkapi surat-surat dan kelengkapan kendaraan.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Serang mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berkendara, bukan semata-mata karena takut terhadap penindakan petugas.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari keenam berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.

Kapolsek Petir Bersama Anggotanya dan Tim Gabungan Evakuasi Warga Tercebur Sumur

By On Sabtu, Oktober 31, 2026





Kab, Serang xbintangindo.com

Dipimpin oleh Kapolsek Petir AKP Priyanto, Personel Polsek Petir bersama petugas Basarnas Provinsi Banten dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Serang, melakukan evakuasi terhadap seorang warga yang tercebur ke dalam sumur di Kampung Darul Mawar, RT 013/RW 001, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat (30/10/2026).


Kapolsek Petir AKP Priyanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban merupakan seorang laki-laki bernama Sunjaya, berusia 36 tahun warga setempat.


AKP Priyanto menjelaskan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh warga. Sekitar pukul 13.00 WIB, warga yang melihat korban di samping sumur masjid. Diduga ceburkan diri warga langsung berusaha menolong, namun nahas jiwanya tak tertolong.


Mengetahui kejadian tersebut, warga kemudian menghubungi petugas untuk meminta pertolongan. Personel Polsek Petir dipimpin Kapolsek Petir langsung datang dan mengamankan lokasi kejadian. Disusul Basarnas Provinsi Banten dan Damkar kabupaten serang datang ke lokasi dan melakukan proses evakuasi.


“Sekitar pukul 15.00 WIB korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur dalam kondisi meninggal dunia. Korban lalu di bawa ke rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian,” ujar AKP Priyanto.


Kapolsek Petir AKP Priyanto mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur maupun tempat-tempat yang berpotensi membahayakan di lingkungan rumah guna mencegah kejadian serupa.

EKSPLOITASI BAR-BAR DI LEBAK: Tambang Emas Ilegal Blok Moyan Diduga Ancam Sumber Air, APH Kok Tutup Mata?

By On Sabtu, Oktober 31, 2026







Kab. Lebak , xbintangindo.com --

Praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) atau yang lazim disebut "lubang emas" di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, kian meresahkan. Bukan sekadar mengeruk perut bumi secara ilegal, aktivitas merusak ini diduga kuat telah mencaplok kawasan aliran sungai dan sumber mata air bersih.


Berdasarkan investigasi lapangan yang dihimpun di Kampung Ciladu, aktivitas ilegal tersebut terlihat beroperasi di Blok Moyan tanpa mengindahkan aturan lingkungan sedikit pun. Material galian berupa batu dan tanah sisa penambangan tampak jelas menumpuk dan menyumbat jalur aliran air, yang berpotensi memicu bencana ekologis serta krisis air bersih bagi masyarakat sekitar.


Lebih mencengangkan lagi, dari informasi yang dihimpun awak media di lapangan, lubang tambang emas ilegal tersebut disinyalir kuat dikendalikan oleh seorang pemodal "Baceh" yang disebut-sebut warga berasal dari Kampung Ciawi.


Demi meraup keuntungan pribadi, sang bos diduga nekat mengeksploitasi alam secara serampangan, tanpa memikirkan dampak jangka panjang berupa kerusakan ekosistem dan keselamatan warga di hilir sungai.


Yang membuat publik kian geram adalah sikap Aparat Penegak Hukum (APH) setempat. Aktivitas ilegal yang sudah beroperasi cukup lama dan bukan lagi rahasia umum ini justru terkesan dibiarkan begitu saja.


Isu yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa seolah ada "udang di balik batu" di balik langkahnya tindakan tegas dari aparat. Publik mulai bertanya-tanya, apakah hukum di Lebak tumpul ke atas dan tajam ke bawah ketika berhadapan dengan pemodal tambang ilegal?


Melihat ancaman nyata terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan publik, berbagai pihak mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Gakkum (Penegakan Hukum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk tidak tinggal diam.


Evaluasi menyeluruh dan tindakan hukum yang tegas harus segera dijatuhkan kepada oknum bos emas maupun pihak-pihak yang diduga sengaja melindungi praktik perusakan alam demi kepentingan pribadi.


Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait, termasuk terduga pemilik tambang Baceh serta APH setempat, masih dalam upaya konfirmasi untuk mendapatkan hak jawab dan klarifikasi berimbang.

Polsek Cikupa Ungkap Kasus Penganiayaan Berat, Terduga Pelaku Ditangkap 8 Jam Usai Kejadian*

By On Jumat, Oktober 30, 2026






Unit Reskrim Polsek Cikupa Polresta Tangerang menangkap seorang pria berinisial AN (39) di dalam sebuah bus di Pelabuhan Merak, Kamis (29/10/2026). AN ditangkap karena diduga terlibat kasus penganiayaan berat yang terjadi di sebuah bengkel dinamo di Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. 


"Terduga pelaku berhasil diamankan kurang dari delapan jam setelah kejadian," kata Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, Jumat (30/10/2026). 


Syamsul kemudian menjelaskan kronologis peristiwa tersebut. Kata dia, korban dari aksi AN adalah seorang pria berinisial NY (27), warga Perumahan PWS, Tigaraksa. Korban dan terduga pelaku merupakan rekan kerja di bengkel tersebut. 


"Pada hari kejadian, terduga pelaku tiba-tiba menyiramkan cairan diduga kimia atau diduga air keras ke kepala korban yang sedang duduk," beber Syamsul. 


Korban yang terkejut sempat berusaha melakukan perlawanan, namun terduga pelaku berhasil menghindar. Korban kemudian berusaha menjauh, lalu terduga pelaku mengambil batangan pipa besi yang ada di bengkel dan memukul korban di bagian dada dan punggung.


"Setelah itu korban berlari menjauh dengan kondisi tubuh kemerahan akibat siraman diduga air keras," ujar Syamsul. 


Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara terduga pelaku melarikan diri. 


Kepolisian yang mendapat informasi langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran. Dan dalam waktu singkat, terduga pelaku berhasil diamankan diduga saat hendak kabur ke wilayah Sumatra. 


Kanit Reskrim Polsek Cikupa Ipda Syaiful Rusdiansyah menerangkan, terduga pelaku mengaku nekat melakukan aksi tersebut lantaran dendam. Terduga pelaku mengaku kesal karena sering diejek korban dengan sebutan "Si Cepu". Namun polisi masih terus menggali keterangan guna memastikan kebenaran motif tersebut. 


"Untuk cairan yang disiramkan, pengakuan terduga pelaku mengaku membeli di daerah Palembang seharga Rp20 ribu," ucap Syaiful. 


Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu botol bekas cairan diduga kimia atau diduga air keras, batangan pipa besi, pakaian, dan plastik hitam. 


Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di kepolisian. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terduga pelaku dikenakan Pasal 467 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Viral, Bantuan Pangan dari Pemerintah Beras Bulog isi 10Kg Ternyata Setelah di Timbang kurang 2 Kg

By On Jumat, Oktober 30, 2026

Kab. Serang, xbintangindo.com --

Bantuan pangan dari pemerintah pusat berupa beras Bulog yang bertuliskan pada kemasannya isi 10 Kg ternyata ketika di timbang oleh masyarakat penerima manfaat hanya 8 Kg.


Viralnya beras Bulog isi kurang 2 Kg tersebut di unggah oleh seorang perempuan Ela warga Desa Tegal Maja kecamatan Kragilan kabupaten Serang Banten.

Ela saat dikonfirmasi wartawan xbintangindo.com melalui via aplikasi WhatsApps terkait isi beras Bulog yang kurang 2 kg dirinya menjawab, Hehehe... informasi nya dari Facebook (FB) .


" Namun tetap informasi dari media sosial pun harus di telusuri dimana titik penyaluran beras Bulog tersebut, hal tersebut jelas telah merugikan masyarakat sebagai penerima manfaat, ini pelaku nya konyol dan Tega, bantuan pangan saja sampai di kuntil l." Ujar Panji Abdillah SE selaku ketua umum LSM Bintang Indonesia.


Sampai berita ini disiarkan lokasi dimana penyaluran beras Bulog tersebut belum diketahui.

Red Xbi//.*



Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026 Polres Serang, Polisi Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

By On Jumat, Oktober 30, 2026



Kab, Serang xbintangindo.com

Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026, Polres Serang terus meningkatkan upaya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Serang.


Kegiatan Operasi Patuh Maung 2026 hari kelima dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Simpang Gorda, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan personel yang dipimpin oleh IPDA Sigit Prayogi, S.H., selaku Kasatgas Gakkum Operasi Patuh Maung 2026.


Dalam arahannya, IPDA Sigit Prayogi menyampaikan bahwa Operasi Patuh Maung 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara humanis. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.


Ia juga menekankan kepada seluruh personel agar senantiasa mengedepankan prinsip Senyum, Sapa, Salam (3S) dalam pelaksanaan tugas, menghindari sikap arogan, menjaga nama baik institusi Polri, serta selalu mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya keselamatan berkendara dan kelengkapan administrasi maupun perlengkapan kendaraan. Petugas juga melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan serta memberikan teguran kepada pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil yang ditemukan melakukan pelanggaran.

Selain itu, personel melaksanakan sosialisasi Operasi Patuh Maung 2026 melalui pemasangan spanduk atau banner, pembagian brosur, serta pemberian stiker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Simpang Gorda, Kecamatan Kibin.


Sebagai bentuk apresiasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat, petugas juga memberikan hadiah berupa helm kepada pengendara yang telah memenuhi kelengkapan berkendara serta cokelat kepada anak-anak yang turut berada di lokasi kegiatan.


Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026 hari kelima tersebut, petugas masih menemukan sejumlah pengendara yang belum menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara serta kendaraan yang mengangkut muatan melebihi ketentuan. Terhadap pelanggaran tersebut, petugas memberikan imbauan dan teguran agar masyarakat lebih disiplin serta mematuhi peraturan lalu lintas.


Operasi Patuh Maung 2026 merupakan bagian dari upaya Polri secara nasional dalam meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat berlalu lintas, guna mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar.


Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Polres Serang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi peraturan, menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk keselamatan, serta memastikan kendaraan tidak melebihi kapasitas muatan.


Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.

Peredaran Obat Keras golongan G diduga Pelaku jual di toko dekat Kantor Polsek Kali Deres Polres Jakarta Barat

By On Jumat, Oktober 30, 2026











Jakarta, xbintangindo.com --

Walaupun instruksi keras Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Suyudi Aryo Seto setiap Polsek, polres Polda dapat memberantas peredaran narkotika psikotropika dan menangkap bandar-bandarnya, namun masih saja ada pelaku yang dengan leluasa menjual, mengedarkan narkotika psikotropika obat keras golongan G jenis Tramadol dan Exsimer dan lain sebagainya. Sabtu, 30/10/26.


Seperti yang terlihat di dekat toko/warung kecil yang menjual makanan ringan di wilayah jalan peta Selatan RT. 07/11 Jakarta Barat, toko tersebut berlokasi tidak jauh dari kantor kepolisian resort (Polsek) Kali Deres Polres Jakarta Barat.


Pembeli yang didominasi para kawula muda mereka membeli dengan sistem COD di dekat sekitar lokasi toko/warung tersebut.


" Setiap hari itu warung kopi itu jual Tramadol dan Exsimer, tapi melayani nya gak di dalam warung, melainkan diluar masih dekat warung tersebut, ya... Yang memberikan obat nya penjaga warung itu, kemungkinan obat nya di taruh di luar, " kata warga sekitar.


Ketua umum LSM Bintang Indonesia Panji Abdillah SE angkat bicara berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindak mengamankan pelaku yang mengedarkan obat keras golongan G Tramadol dan Exsimer tersebut.


Menurut Panji Abdillah SE obat tersebut tidak boleh di jual beli kan secara bebas harus dengan resep dokter di jual nya pun harus di apotek - apotek dan yang memberikan obat nya seorang lulusan bidang apoteker, jangan ini mah dijual bebas begitu, hancur regenerasi kami jika hal tersebut dibiarkan bergerak lah polisi kuh,...!! Selamatkan regenerasi ku....

Red xbi*

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *